Minim Pembinaan Usia Dini, FKSSB Cilegon Gelar Liga Sepakbola Anak

CILEGON, (KB).- Kota Cilegon terbilang salah satu kota yang aktif dalam dunia persepakbolaan. Namun sayangnya agenda pembinaan sepakbola usia dini oleh lembaga-lembaga terkait masih minim. Melihat itu, sebuah lembaga independen bernama Forum Komunikasi Sekolah Sepak Bola (FKSSB) Cilegon berinisiatif menggeliatkan liga sepak bola anak-anak.

Sejak November 2019, lembaga tersebut menggelar FKSSB Cilegon Junior League 2019 U-10 dan U-12. Liga yang berjalan selama 3 bulan ini berakhir pada Ahad (26/1/2020). Pada U-10, Club Volcano Footbal Academi (VFA) berhasil memenangkan liga dengan poin 21.

“Dari 8 pertandingan yang mereka lakoni, VFA menang 7 kali dan kalah 1 kali,” kata Ketua FKSSB Muhamad Said Helmi, disela-sela acara, Ahad (26/1/2020).

Di tingkatan usia yang sama, Club PSGR 24 berada di urutan kedua dengan poin 15. PSGR meraih kemenangan 4 kali, seri 3 kali, dan kalah 1 kali.

“Urutan ketiga diraih Duta Yunior dengan poin yang sama, 15. Duta Yunior menang 5 kali dan kalah 5 kali,” ujarnya.

Pada U-12, Club VFA kembali berhasil meraih juara pertama dengan poin 27. VFA U-12 tidak pernah kalah, club ini memenangkan 8 pertandingan dan seri 3 kali dari 11 pertemuan dengan club lawan.

Di urutan kedua bertengger Club Cibeber Pratama dengan poin 21. Cibeber Pratama menang 6 kali, seri 3 kali dan kalah 2 kali dari 11 pertemuan. Sementara juara tiga U-12 dimenangkan PSGR 24, juga dengan poin 21. PSGR 24 memang 5 kali, seri 6 kali, dan tidak pernah mengalami kekalahan.

Helmi kepada Kabar Banten mengatakan, digelarnya FKSSB Cilegon Junior League 2019 didasari atas minimnya agenda pembinaan untuk anak-anak sekolah dasar. Padahal menurutnya, menggeliatkan sepak bola tingkat anak mampu memperkuat bibit-bibit atlit sepak bola untuk Kota Cilegon.

“Prestasi sepak bola itu ditentukan oleh kualitas pembinaan usia anak-anak. Tapi di Cilegon dan juga Banten, itu minim sekali. Maka itu, atas dasar keprihatinan kami, dilaksanakanlah liga ini,” ujarnya.

Menurut Helmi, liga ini mendapat dukungan dari Dispora Kota Cilegon dan PSSI Kota Cilegon. Sayangnya dukungan ini pun tidak penuh, sehingga anggota FKSSB juga mengeluarkan anggaran untuk suksesnya acara tersebut.

“Ke depan, kami berharap Dispora, Koni, juga PSSI mendukung kami 100 persen. Sehingga kami tinggal fokus pada agenda pembinaan. Sementara ini kami mengeluarkan anggaran untuk sebagian besar kegiatan. Sementara dukungan Dispora dan PSSI masih sedikit,” tuturnya.

Husein Saidan, Pembina FKSSB Cilegon menyayangkan minimnya dukungan pemerintah Kota Cilegon. Ia pun mengaku sedih dalam agenda penutupan liga tidak dihadiri pimpinan daerah setempat.

“Ini miris, prestasi sepak bola Kota Cilegon juga tidak kalah penting dari agenda-agenda pemerintahan lainnya. Minimal kepala daerah ikut support dan hadir pada acara penutupan liga. Tapi ini kan tidak ada,” ucapnya.

Ia pun berharap persepakbolaan Kota Cilegon semakin menggeliat. Karena itu, ia menilai pembinaan sepak bola di usia sekolah dasar segera dilirik oleh pemerintah.

“Jika ingin Cilegon berprestasi di bidang sepak bola, pembinaan mulai dari usia anak-anak juga sangat penting. Saya kira pemerintah pun harus melek ke arah situ,” katanya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here