Minim, Kuota Transmigrasi

LEBAK, (KB).- Jumlah kuota program transmigrasi bagi warga Lebak yang diberikan pemerintah pusat melalui Pemkab, dinilai minim. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) Lebak, jumlah kuota yang diberikan untuk peserta transmigrasi dibatasi hanya untuk lima kepala keluarga. Padahal, setiap tahunnya banyak warga Lebak yang sangat menginginkan ikut program transmigrasi dengan tujuan untuk mengubah nasib.

Kepala Disnakertrans Lebak, Maman Suparman, membenarkan kuota transmigrasi Kabupaten Lebak untuk tahun ini serta beberapa tahun lalu, hanya lima kepala keluarga. Namun karena jumlah tersebut sudah ditetapkan langsung oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, maka pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

”Memang setiap tahunnya banyak warga Lebak yang mendaftar untuk mengikuti program transmigrasi. Namun karena kuotanya minim, maka warga Lebak yang tertarik untuk ikut transmigrasi tidak bisa didaftarkan, karena kuotanya terbatas,” ujar Maman Suparman, Kamis (15/3/2018).

Ketika ditanya, dimana lokasi tujuan transmigrasi tahun ini, menurut Maman Suparman di Pulau Sulawasi, tepatnya di Kabupaten Gualembo, Provinsi Gorontalo. Di sana (Guelamebo), para transmigran asal Lebak serta asal daerah lainnya, disediakan lahan pertanian, rumah dan kebutuhan lainnya. ”Kami hanya bisa berharap, semoga di tahun depan kuota transmigrasi untuk Lebak bisa bertambah, mengingat peminatnya lumayan banyak,” ucapnya.

Kepala Bidang Penempatan Perluasan Pelatihan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi pada Disnakertrans Lebak, Asep Sutisna menambahkan, kini jumlah kepala keluarga di Lebak yang berada diseluruh lokasi transmigrasi di Sumatra dan Kalimantan mencapai 259 KK. Jumlah tersebut terhitung banyak, karena memang peminat program transmigrasi di Lebak selalu mengalami peningkatan. (Lugay/Job)***

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here