Minim Koordinasi, BPBD Gelar Pelatihan Manajemen Logistik

CILEGON, (KB).- Minimnya koordinasi dan komunikasi dalam penanganan bencana membuat BPBD menggelar manajemen pelatihan logistik di Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Rabu (9/5/2018). Hadir pada kegiatan tersebut, sejumlah perwakilan relawan, PMI, Tagana, Dinsos dan tamu undangan lainnya.

Narasumber dari BNPB, Helen mengatakan, logistik bukan saja mengenai barang, akan tetapi meliputi keluar masuknya arus baik informasi maupun barang.

“Selama ini logistik hanya dikenal dengan barang barang yang terkumpul. Akan tetapi sebenarnya, pengertiannya adalah keluar masuk baik barang ataupun informasi pada saat menghadapi kebencanaan,” katanya.

Menurutnya, dalam menghadapi bencana, logistik sangat diperlukan mengingat selain barang atau informasi akan diakses oleh masyarakat. “Pentingnya logistik memang pada 1 pintu, sehingga pencatatan dan pendataan akan lebih mudah,”ujarnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Ubaidilah menambahkan, dalam penanganan bencana pihaknya akan komunikasi dan koordinasi, sehingga masyarakat yang ingin membantu bisa 1 pintu.

“Dalam membuka posko center, di dalamnya ada beberapa instansi seperti dinsos, PMI serta lainnya. Akan kami usahakan dalam pendistribusian logistik menjadi 1 pintu. Kebanyakan memang masyarakat selama ini menyalurkan bantuan inginnya langsung, akan tetapi tidak salah juga. Namun alangkah baiknya melalui 1 pintu yang telah disediakan oleh posko center, sehingga pembagiannya tidak tumpang tindih,” ungkapnya. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here