Sabtu, 15 Desember 2018

Minim, Kesadaran Pelajar Berlalu Lintas

CILEGON, (KB).- Kesadaran berlalu lintas mayoritas para pelajar masih terbilang minim. Ini menyebabkan pelajar rentan menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Bahkan, hingga Oktober 2018, tercatat ada 197 kasus kecelakaan yang melibatkan anak sekolah di Indonesia. Di mana rata-rata usia pelajar tersebut antara 11 tahun sampai 17 tahun.

“70 persen kecelakaan itu disebabkan oleh pengendara roda dua. Berdasarkan data dari pihak kepolisian, setiap hari ada tiga hingga empat orang meninggal di jalan. Data lainnya, terdapat 197 kejadian kecelakaan hingga Oktober 2018 yang melibatkan anak sekolah,” kata Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIl Provinsi Banten, Nurhadi, di sela-sela kegiatan Program Aksi Keselamatan Transportasi Darat 2018, di SMAN 1 Cilegon, Kamis (6/12/2018).

Menurut dia, melihat dari tingginya potensi kecelakaan yang menimpa para pelajar, maka pihaknya memandang perlu kegiatan edukasi terkait keselamatan berkendara. Untuk itulah, pihaknya melaksanakan kegiatan tersebut, di mana BPTD sebagai wakil Kementerian Perhubungan di daerah juga memiliki tugas menekan angka kecelakaan. “Ini bagian dari tugas pokok kami, sebagai wakil dari Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut, tutur dia, dalam rangka menumbuhkan kesadaran para pelajar tertib berlalu lintas saat berkendara. Jika para pelajar diberikan edukasi, dimungkinkan mampu menekan angka kecelakaan di kemudian hari.

“Kami letakkan landasan moral yang kuat dalam pendidikan keselamatan jalan. Kemudian, memberikan pemahaman nilai-nilai atau norma dan etika aturan berlalu lintas, sehingga ke depan, terbangun toleransi dan tenggang rasa dalam kemajemukan berlalu lintas,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu peserta dari siswa kelas 11 MIPA 5, Efrans mengatakan, sejumlah hal menjadi faktor rentannya pelajar menjadi korban kecelakaan. “Kalau kami di usia remaja, memang biasanya tidak taat rambu. Sudah begitu egonya tinggi, tidak bisa menahan emosi, dan ingin menang sendiri,” katanya.

Dengan adanya masukan dari BPTD, dia memahami bagaimana berkendara seharusnya. Ia meyakini, dengan edukasi tersebut, ke depan tingkat pelanggaran lalu lintas dan angka korban lakalantas bisa ditekan. (AH)*


Sekilas Info

Sepekan OP Beras, Harga Beras di Pasar Tradisional Kota Cilegon tak Kunjung Turun

CILEGON, (KB).- Menurunkan harga beras jenis medium di pasar-pasar tradisional Kota Cilegon, tampaknya bukan hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *