Minat Baca Masih Rendah, Tatu: Peran Orangtua Harus Ditingkatkan

SERANG, (KB).- Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah meminta peran orangtua, agar ditingkatkan untuk membimbing anaknya membaca buku. Hal tersebut dikarenakan saat ini minat membaca anak-anak masih kalah rendah dibanding minatnya menonton televisi.

Ia mengatakan, gerakan nasional orangtua membaca buku (Gernas Baku) tersebut merupakan sebuah kegiatan yang baik. Bahkan, gerakan tersebut dianggap penting dan strategis. Sebab, diketahui bersama, bahwa anak-anak yang baru belajar membaca buku sangat penting sekali untuk didampingi oleh para orangtuanya.

“Terutama ibunya supaya mereka bisa memahami arti kandungan buku itu sendiri, baca buku, baca Alquran wajib didampingi oleh para ibunya untuk menjelaskan,” katanya kepada wartawan saat ditemui dalam acara peluncuran Gernas Baku Tingkat Kabupaten Serang di Pendopo Bupati Serang, Senin (7/5/2018).

Ia menjelaskan, selain itu dampingi orangtua juga dapat membangun kedekatan antara orangtua dengan buah hatinya. Sebab, setelah ada rasa kedekatan antara orangtua dan putra-putrinya tentu akan sangat mudah bagi orangtua untuk mendidik mereka. “Jadi, tidak perlu dengan suara keras kalau mereka sudah ada hubungan emosional yang terbangun,” ucapnya.

Menurut dia, peran orangtua untuk menjadi madrasah pertama bagi putra-putrinya juga disebutkan dalam agama Islam. Oleh karena itu, wajib bagi semua orangtua untuk terlibat dalam pembelajaran terhadap anak. Sejauh ini, ujar dia, dari hasil survei yang ada disebutkan, bahwa anak Indonesia lebih tertarik menonton televisi dibanding membaca buku. Oleh karena itu, rendahnya minat baca tersebut menajdi PR (pekerjaan rumah) bagi semua kalangan.

“Ini PR buat kami, padahal kami tahu, bahwa buku itu jendela dunia. Mereka dari membaca bisa tahu tentang segala hal. Jadi, sangat penting dan mudah-mduahan dengan diluncurkannya acara gerakan nasional orangtua baca buku di Kabupaten Serang, orangtua dengan sadar untuk senantiasa mendampingi anak-anaknya untuk membacakan bukunya,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Serang, Asep Nugraha Jaya menuturkan, melalui peluncuran tersebut, berupaya mendekatan anak-anak dan orang uanya dengan buku. “Saya berharap, orangtua bisa meluangkan waktu 10 menit per hari, sehingga tidak ada lagi alasan, bahwa anak tidak terkendali untuk hal hal yang berkaitan dengan bagaimana pengembangan potensi kepribadiannya,” tuturnya.

Ia menjelaskan, untuk menindaklanjuti peluncuran gerakan tersebut, ke depan pihaknya akan melakukan penguatan melalui lembaga pendidikan. Baik itu PAUD, SD, dan juga SMP. “Di sana ada keterkaitan antara program yang dilakukan di sekolah dengan apa yang harus dilaksanakan orangtua dalam ikatan organisasi orangtua yang ada di sekolah. Kami akan kuatkan terus,” katanya.

Sejauh ini, ujar dia, untuk sosialisasi gerakan nasional orangtua membaca buku sebenarnya sudah pernah dilakukan. Sebab, peluncuran tersebut, sebagai puncak acara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

“Minat baca saya pikir harus dikuatkan lagi kalau untuk siswa, saya pikir enggak kesulitan, tapi ini tetap harus melibatkan penguatan dari masyarakat terutama orangtua. Untuk buku penunjang memang kami harus lebih banyak partisipasi dari masyarakat, tapi kalau untuk buku mata pelajaran, saya pikir itu kan kewajiban kami pemerintah daerah untuk menyediakannya,” ucapnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here