Rabu, 19 Desember 2018

Mimpi Untirta Terwujud: Besok, “Groundbreaking” Kampus Baru

SERANG, (KB).- Mimpi besar sivitas akademika Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) memiliki kampus baru yang lebih memadai, megah, dan bisa menampung banyak mahasiswa segera terealisasi. Besok, Rabu (26/9/2018), Untirta menggelar acara pemancangan tiang pertama (“groundbreaking”) pembangunan kampus terpadu Untirta di Jalan Raya Palka Desa Sindangsari Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

Dalam acara konferensi pers di Untirta, Selasa (25/8/2018), Rektor Untirta Sholeh Hidayat menjelaskan acara pemancangan tiang pertama pembangunan kampus terpadu Untirta Sindangsari ini akan langsung dihadiri Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir dan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Sholeh memohon doa kepada para sivitas akademika, pemangku kepentingan, masyarakat Banten, dan unsur media agar pembangunan kampus baru Untirta ini berjalan aman, lancar, dan tanpa kendala apa pun. “Semoga Pak Menteri dan Pak Gubernur tidak ada halangan,” katanya.

Menurut Sholeh keinginan membangun kampus baru Untirta ini merupakan cita-cita dan harapan seluruh sivitas akademika sejak lama. “Alhamdulillah, mimpi seluruh sivitas akademika, mulai terealisasi dengan adanya acara groundbreaking, besok,” katanya.

Proyek 4-In-1 

Dia menjelaskan pembangunan kampus baru Untirta ini merupakan proyek kerja sama antara Untirta, Islamic Development Bank (IsDB), dan Kemenristekdikti. Pembangunan kampus baru Untirta ini termasuk ke dalam proyek 4-In-1 IsDB. Selain Untirta, tiga perguruan tinggi lainnya yang termasuk ke dalam proyek ini adalah Universitas Negeri Malang, Universitas Jember, dan Universitas Mulawarman.

Cakupan proyek tersebut terdiri atas hard program dan soft program. Hard program meliputi konstruksi, infrastruktur kampus, peralatan laboratorium, buku dan jurnal, serta ICT system. Sementara Soft program meliputi pengembangan staf, research grant, research consortia, pengembangan kurikulum, dan transfer kredit.

Menurut Sholeh, melalui proyek tersebut Untirta berkomitmen untuk menjadikan lembaganya sebagai University as Center of Excellence for Food Security (Universitas Pusat Unggulan Ketahanan Pangan). “Ini komitmen kami,” katanya.

Proyek pembangunan kampus baru ini akan menelan biaya senilai 56.991.105 dolar AS. Dana tersebut bersumber dari IsDB 49.377.166 dolar AS , pemerintah 3.800.439 dolar AS, dan Untirta 3.813.500 dolar AS.

Sebelas gedung 

Jumlah gedung yang dibangun di kampus baru itu sebanyak sebelas gedung ditambah satu bangunan pintu gerbang kampus. Kesebelas gedung tersebut meliputi gedung rektorat (6.469 m2), perpustakan (3.250 m2), ruang kuliah terpadu (4.451 m2), asrama putra (2.640 m2), asrama putri (2.640 m2), auditorium (4.746 m2), laboratorium terpadu (3.755 m2), Fakultas Pertanian (5.140 m2), Fakultas Hukum (4.866 m2), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (7.800 m2), Faluktas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (4.230 m2) serta pintu gerbang kampus (34 m2).

Direktur Eksekutif Project Implementation Unit IsDB Untirta Agung Sudrajad menjelaskan kontraktor proyek tersebut adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Hutama Karya (Persero) JV. Sementara konsultas pengawas proyek PT Ciriajasa Cipta Mandiri dan konsultan detail desain tekniknya PT Pandu Persada dan PT Yaika Gema Utama JV.

Menurut Agung, pembangunan kampus baru Untirta itu direncanakan rampung secara keseluruhan pada 2020. Kendati demikian, Rektor Untirta Sholeh Hidayat berharap acara wisuda angkatan pertama tahun depan (2019), sudah bisa digelar di kawasan kampus baru Untirta itu. “Jadi, mudah-mudahan tahun depan acara wisudanya tidak di hotel lagi, tapi di kampus yang baru,” katanya. (DE)*


Sekilas Info

Hadapi Era Industri 4.0, SMK PGRI 3 Kota Serang Gandeng Industri

SERANG, (KB).- Pengelola sekolah menengah kejuruan (SMK) harus proaktif dalam menjalin kerja sama dengan industri, sebab …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *