Mimpi Didatangi Kakek, Warga Cinanggung Gali Sumur Tua

Warga Cinanggung, RT 07, Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Serang, Kota Serang menggali sebuah sumur tua. Berawal dari mimpi sejumlah warga yang didatangi oleh seorang kakek dan meminta untuk membersihkan sebuah sumur yang berada di belakang mushola.

Ketua Pemuda Lingkungan Cinanggung Anisulhi mengatakan, ada banyak warga yang mimpi didatangi oleh seorang kakek dan dibawa ke lokasi sumur tua tersebut. Termasuk dirinya, yang sempat memimpikan beberapa kali untuk menggali dan membersihkan sumur yang sudah lama tidak terpakai itu.

“Kebetulan orangnya saya sendiri yang diberi mimpi. Dan bukan cuma saya, tapi ada banyak, beberapa warga lainnya juga sama. Tapi beda-beda versinya, intinya minta digali, dibersihkan dan difungsikan kembali sebagai sumber air,” katanya, Selasa (8/10/2019).

Menurut cerita orang tua zaman dulu, kata dia, sumur tersebut menjadi sumber mata air di empat kampung atau saat ini disebut kelurahan, yakni, Cinanggung, Penancanangan, Kaligandu dan Cigabus. Bahkan, air dari dalam sumur tua itu dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit dan menyembuhkan sakit tahunan.

“Air itu dipercaya dapat mengobati orang yang sakit. Bahkan tak jarang orang dari luar Banten pun datang untuk meminta air tersebut. Dari Cirebon datang untuk meminta air dari sumur ini. Katanya orang itu lagi sakit dan disuruh datang kesini buat ambil airnya,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, awalnya sumur tersebut tertutup lumpur dan berlumut sebelum dilakukan penggalian. Namun, setelah dilakukan penggalian mulai terlihat bentuk sumur berikut pondasinya. Ia juga menduga, kalau sumur tua itu merupakan peninggalan sultan di masa lalu.

“Udah dibersihin, mungkin ada lima truk lumpurnya. Udah kelihatan sekarang (bentuk) sumurnya,” katanya.

Untuk sementara ini, karena airnya masih bercampur lumpur, warga bergotong royong membersihkan dan mencoba memfungsikan kembali.

“Kami bersihkan dulu dari lumpur, dikuras dan nanti akan difungsikan kembali. Karena air ini kan juga berkah, dan dianggap air hikmah. Jadi akan kami rawat kembali,” ucapnya.

Sementara dari pihak Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan mengenai penemuan sumur tua tersebut.

“Belum ada laporan, kami juga belum tahu adanya penemuan sumur itu. Kalau untuk cagar budaya, kami belum bisa memastikan. Karena belum melihat langsung ke lokasi,” kata Pelaksana Lapangan dari BPCB Banten Yanuar Mandiri. (Rizki Putri/Yandri Adianda)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here