Milad Ke-17, Baznas Banten Diharapkan Jadi Solusi Ketimpangan Ekonomi

Milad ke-17, Baznas Banten serahkan bantuan 200 kacamata gratis, alat penyadap disabilitas, bantuan 94 rumah kurang layak, paket sekolah, 24 loper koran Kabar Banten, dan Kampung tanggap bencana (katana).*

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten menggelar acara santunan kepada ratusan anak yatim, di salah satu hotel di Kota Serang, Senin (9/12/2019). Acara tersebut merupakan rangkaian milad ke-17 Baznas Banten, yang diharapkan menjadi solusi ketimpangan ekonomi masyarakat.

Ketua Baznas Banten Prof. Dr. H. Suparman Usman, S.H mengatakan, Baznas sudah banyak memberikan kinerja pengelolaan zakat tahap demi tahap di usianya yang terbilang sudah matang. Selain itu juga menerapkan regulasi dan berupaya mengoptimalkan pengelolaan zakat.

“Sesuai harapan semua masyarakat Banten dan tema yang diangkat kali ini, Baznas Banten pasti dapat tumbuh bermanfaat untuk kesejahteraan umat,” katanya kepada Kabar Banten.

Suparman berharap, Baznas Banten menjadi solusi dari ketimpangan ekonomi yang melingkari kehidupan masyarakat Indonesia umumnya, dan Banten khususnya. Menurut dia, banyak yang sudah dilakukan Baznas Banten selama 17 tahun atau sejak 2002.

“Di antaranya di bidang pendidikan, ada program satu keluarga satu sarjana, bidang kemanusiaan ada program Baznas tanggap bencana, bidang ekonomi program z-mart rumah pangan santri, bidang kesehatan program bantuan alat kesehatan dan bidang dakwah advokasi, dan masih banyak lainnya dari total Rp 14 miliar yang terkumpul hingga November 2019 ini,” ujarnya.

Dia mengatakan, potensi zakat masih belum maksimal. Maka dari itu, dia berharap warga Banten dapat meningkatkan pembayaran zakat. Sebab, zakat itu sifatnya wajib demi kepentingan bersama,” tuturnya.

Secara terpisah, anggota Baznas RI Prof. Dr. Ahmad Satori Ismail mengucapkan selamat kepada Baznas Banten yang telah berusia 17 tahun. Dia berharap Baznas dapat terus berupaya mengelola zakat dengan ikhlas.

“Apabila pengelolaan zakat tuntas, dimana semua orang-orang kaya di Indonesia dan Banten khususnya membayar zakat, pasti orang miskin tidak akan ada,” ujarnya.

Selama masih ada Baznas sebagai badan amil zakat paling efektif dan efisien, sudah dipastikan penyalurannya cepat, pendistribusian lengkap, dan terstruktur.

“Apalagi Provinsi Banten yang notabene religius, banyak muncul tokoh muslim. Jadi seharusnya apabila ada warganya yang mempunyai harta sudah mencapai nishab, itu langsung ingat Baznas, tanpa memberikan imbauan. Baik pertanian, peternakan, apalagi ditambah era digitalisasi, jauh lebih cepat dari pada yang tunai,” katanya.

Hadir dalam acara itu Rektor Untirta, Rektor UIN Banten, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Kota atau Kabupaten se-Banten, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten, Kementerian Agama (Kemenag) Banten, dan Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat. (Azzam Miftah)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here