Meski Tanpa Pawai, MTQ Banten akan Tetap Meriah

SERANG,(KB).- Pembukaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Banten yang akan dilaksanakan pada 16-19 April 2018 digelar tanpa pawai ta’aruf. Meski demikian, kegiatan tahunan itu diharapkan tetap akan meriah.

Menurut Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Banten, H. Ranta Soeharta, keputusan tanpa diawali pawai ta’aruf merupakan salah satu langkah untuk mengurangi kegiatan yang bersifat seremonial dan lebih fokus pada substansi MTQ.

“Sebab, MTQ merupakan salah satu momentum untuk syiar Islam, memupuk ukhuwah islamiyah dan juga mencari bibit-bibit para tahfidz Alquran,” kata Ranta Soharta kepada wartawan di aula Media Center MTQ ke-15, Jumat (13/4/2018).

Ia mengatakan, pembukaan MTQ akan diawali dengan istigotsah dan khataman Alquran yang akan dipimpin Abuya Muhtdi. Kegiatan itu akan bertempat di Masjid Raya Al Bantani KP3B, Curug, Kota Serang.

Pada MTQ ini, Provinsi Banten memiliki misi untuk mempertahankan gelar juara umum pada MTQ Nasional 2018 yang akan digelar di Sumatera Utara.

“Pada MTQ Nasional di Sumatera Utara, Banteen punya tugas berat, yakni mempertahankan gelar juara umum,” ucapnya.

Senada dikatakan Ketua Harian LPTQ Banten, Prof, KH. Syibli Syarjaya. Ia mengatakan, MTQ Provinsi Banten akan fokus pada pelaksanaan MTQ-nya.

“Kita ingin fokus pada pelaksanaan MTQ-nya, sementara paawai ta’aruf itu hanya seremonial,” katanya.

Dikemukakan, untuk cabang dan golongan yang akan dilombakan tidak berkurang dari MTQ sebelumnya, yakni sebanyak 8 cabang dan 25 golongan.

Sementara untuk peserta, setiap kabupaten/kota seharusnya mengirimkan 58 orang peserta. Akan tetapi, Kota Cilegon kurang 8 peserta, Kabupaten Lebak kurang 8 peserta, Kota Serang kurang 5 peserta, Kota Tangerang kurang 1 peserta.

“Seharusnya, total peserta mencapai 464 orang. Tapi karena ada yang kurang, jadi peserta menjadi 444 orang,” katanya.
Guna menghindari adanya peserta sewaan, pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan Dukcapil dan sudah menggunakan teknologi e-MTQ.

“Jadi sekarang insya Allah saya bisa menyatakan, bahwa 100% pesrta MTQ Banten adalah warga Banten,” tuturnya.

Ketua pelaksana MTQ Banten, Prof. Soleh Hidayat mengatakan, dengan teknologi e-MTQ itu akan terhindar adanya manipulasi umur dan peserta sewaan.

“Dengan menggunakan e- MTQ berbaris daring online ini merupakan sebuah ikhtiar untuk menghindari manipulasi usia dan sebagainya,” ujarnya. (Masykur/sy)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here