Meski Sedang Berpuasa, ASN Harus Tetap Semangat Bekerja

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar apel pagi di lapangan Maulana Yudha Negara Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Senin (6/5/2019). Bupati meminta para pegawai terus bersemangat dalam bekerja meski kondisi sedang berpuasa.*

TANGERANG, (KB).- Pada hari pertama bulan Ramadan 1440 hijriyah, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar memimpin langsung apel pagi di lapangan Maulana Yudha Negara Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Senin (6/5/2019).

Pada kesempatan itu, Zaki meminta para pegawai terus bersemangat dalam bekerja. Meski kondisi sedang berpuasa, kata dia, jangan bermalas-malasan dan terus lakukan rutinitas pekerjaan.

“ASN terus bersemangat bekerja, laksanakan sesuai tupoksi masing-masing, jangan menumpuk pekerjaan, apalagi yang menjadi tugas dan kewajiban sebagai aparatur untuk melayani masyarakat,” ucap Zaki.

Zaki menyarankan, ASN memanfaatkan waktu istirahat dengan baik dan mendirikan salat serta bertadarus Alquran.

“Berkah Ramadan berkah kita semua, lakukan dengan ikhlas tanpa meninggalkan kewajiban sebagai pelayan masyarakat demi sempurnanya puasa Ramadan. Waktu istirahat gunakan dengan mendirikan salat dan tadarus Alquran, bekerjalah dengan ikhlas hingga mendapat keberkahan pada Ramadan ini,” kata Zaki kepada seluruh ASN yang sedang menjalankan puasa.

Perubahan waktu kerja bulan Ramadan 1440 Hijriyah di lingkungan Pemkab Tangerang, telah diatur dalam surat edaran Bupati Tangerang nomor : 800/1535-BKPSDM/2019. Instansi Pemerintah yang memberlakukan 5 hari kerja, Senin sampai hari Kamis masuk pukul 08.00 dan pulang pukul 15.00, sedangkan waktu istirahat pukul 12.00 hingga 12.30. Sementara hari Jumat masuk pukul 08.00 pulang pukul 15.30, terpotong istirahat pukul 11.30 hingga 12.30.

Sementara bagi instansi pemerintah yang memberlakukan 6 hari kerja, Senin sampai dengan Kamis dan Sabtu masuk pukul 08.00, pulang pukul 14.00, waktu istirahat sama pukul 12.00 sampai dengan 12.30.

Untuk waktu normal jam masuk instansi pemerintah masuk pukul 08.00, pulang pukul 16.00, jumlah jam kerja efektif bagi instansi pemerintah pusat dan daerah yang melaksanakan 5 atau 6 hari kerja selama bulan Ramadan minimal 32,50 jam perminggu, surat edaran tersebut menindaklanjuti surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 394 tanggal 26 April 2019 tentang penetapan kerja di bulan Ramadan 1440 Hijriah.

Apel diganti pengajian

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengganti kegiatan apel pagi dengan pengajian. Pengajian pagi yang diisi dengan siraman rohani dan tausiah tersebut berlangsung di Masjid Raya Al-Azhom, Kota Tangerang, Senin (6/5/2019).

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, meski diubah jadi pengajian, pegawai Pemkot Tangerang wajib hadir. Jika tidak, tentunya akan mendapatkan ganjaran berupa potongan satu persen dari tunjangan kinerja daerah (TKD). “Potong nanti TKD-nya, ini kan pengganti apel. Kalau tidak ikut apel, 1 persen potong tunjangan daerahnya,” ujar Arief.

Namun menurutnya, ada beberapa pengecualian seperti yang beragama selain Islam diperbolehkan untuk tidak mengikuti tausiah dan pengajian di Al-Azhom. Tapi mereka yang non-muslim diwajibkan masuk seperti biasa dan langsung mengerjakan kewajibannya di kantor, selagi umat muslim menjalankan apel di Masjid Raya Al-Azhom.

“Kecuali memang dia non-muslim kita harus hormati juga. Kita tidak memaksakan, mereka langsung mengerjakan pekerjaannya di kantor. Lalu yang sakit dan sebagainya. Tapi kalau berhalangan perempuan saja dia bisa mendengarkan di luar,” ucap Arief.

Dari kegiatan pengajian ini, Arief juga berharap bukan hanya sekadar menyambut Bulan Suci Ramadan tapi juga dapat membangun kapasitas dan kualitas setiap OPD Kota Tangerang.

“Melakukan ibadah puasa khususnya di bulan Ramadan di lingkungan Pemerintahan Kota Tangerang, kita mengganti kegiatan apel dengan capacity building melalui kegiatan pengajian-pengajian,” tuturnya.

Sementara itu di Kota Tangsel, aktivitas perkantoran di Pusat pemerintahan kota (Puspemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) tampak senyap. Padahal jam kerja telah diatur oleh surat edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Wakil Wali Kota Benyamin Davnie mengungkapkan, dirinya belum menerima laporan tingkat kehadiran terendah. Kehadiran terendah pegawai adalah di luar izin cuti meninggalkan tugas.

“Di luar izin dan cuti itu kehadiran kita patok sebesar 70 persen. Tapi sampai jam segini saya belom dapat laporan,” katanya ditemui wartawan di Jalan Raya Maruga Nomor 1, Serua, Kecamatan Ciputat, Senin (6/5/2019).

Bang Ben, sapaan Benyamin Davnie mengklaim, hari pertama puasa Ramadan 1440 Hijriah ini tingkat kehadiran pegawai masih tergolong tinggi. “Tadi pada ngaji di sini,” tutur Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangsel, Apendi di lokasi yang sama. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here