Meski Gelombang Laut Tinggi, Nelayan Binuangeun Tetap Melaut

LEBAK, (KB).- Sejumlah nelayan di perairan laut Selatan Kabupaten Lebak tetap melaut meski kondisi gelombang tinggi. Meski berisiko, nelayan tetap menerjang ombak karena alasan sedang musim panen ikan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Binuangeun Agustaman membenarkan, saat ini sebagian besar nelayan di wilayah pesisir laut selatan masih tetap melaut mencari ikan meski kondisi gelombang air laut tinggi.

Bahkan, Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan waspada gelombang tinggi. “Kondisi laut saat ini tidak bersahabat, gelombangnya tinggi. Tapi, kebanyakan nelayan tetap melaut,” kata Agustaman, Selasa (3/9/2019).

Menurut dia, alasan kenapa nelayan tetap melaut meski kondisinya berisiko, karena memang saat ini sedang memasuki masa panen ikan. Sehingga, alasan itu lah yang mendorong nelayan di wilayah itu tetap memaksa untuk menerjang gelombang tinggi air laut. “Alasan lain, karena para nelayan terdorong oleh kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup sehari-hari,” ujarnya.

Terkait kondisi cuaca laut, kata dia, pihaknya selalu menginformasikan perkembangan cuaca dari BMKG untuk dijadikan perhatian oleh para nelayan. Selain itu, pihaknya juga memberitahukan langsung kepada para nelayan bahwa saat ini kondisi perairan laut sedang berbahaya.

”Kami terus mengimbau para nelayan untuk lebih meningkatkan kewaspadaannya saat melaksanakan aktivitasnya di laut. Patokan kita BMKG yang selalu diinformasikan kepada para nelayan,” ucapnya.

Terpisah sejumlah nelayan Binuangeun yang berhasil dihubungi mengaku, gelombang di perairan laut Binuangeun menuju lokasi tempat penambatan alat tangkapnya memang tinggi. Namun, karena selain terdesak kebutuhan terlebih saat ini sedang musim ikan nelayan di Pantai Binuangeun tetap melaut.

”Memang saat ini gelombangnya tinggi, tapi mau bagaimana lagi kalau tidak ke laut kami tidak bisa mendapatkan biaya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Apalagi, setiap pagi anak kami yang masih sekolah harus dikasih duit,” tutur salah seorang nelayan Binuangeun, Ade. (DH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here