Meski Galian C Sudah Ditutup Pemkot Serang, Penambang Pasir Membandel

SERANG, (KB).- Meski pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Serang sudah melakukan penutupan pada aktivitas galian C, namun nyatanya kegiatan tanpa izin tersebut, masih terjadi. Bahkan, aparatur pemerintah dan penegak hukum harus bermain “petak umpet” dengan pelaku penambang pasir di Kecamatan Taktakan.

Pantauan di lokasi pada Selasa (14/1/2020) tidak ada aktivitas penambang di bekas galian C, yang terdapat di Kampung Pancuran, Kelurahan Pancur, Kecamatan Taktakan. Hal sama juga terlihat di bekas galian yang berlokasi di Kampung Pasir Gadung, Kelurahan Cilowong, Kecamatan Takatakan.

Namun, menurut warga Pasir Gadung yang tidak mau disebutkan namanya, penambangan pasir akan kembali dilakukan jika ada orderan dengan jumlah besar.

“Ini sudah sebulan yang lalu tidak ada aktivitas, tapi jika ada pesanan banyak sampai 100 truk, maka akan ada lagi alat beratnya. Kalau cuma satu atau dua truk kan gak kebayar buat bayar alat beratnya,” kata warga tersebut.

Baca Juga : Tak Kantongi Izin, Pemkot Serang Tutup Dua Galian C

Sementara itu, Camat Taktakan Farach Richi menuturkan, pihaknya tidak pernah memberikan izin terhadap galian C di wilayah Taktakan. Ia memastikan selalu melakukan pengawasan rutin terhadap aktivitas galian.

“Untuk daerah di wilayah Kecamatan Taktakan, pihak kecamatan dan kelurahan tidak pernah memberikan rekomendasi dan izin terkait galian C. Hingga saat ini pun aktivitas galian C sudah tidak ada dan kami melakukan pengawasan rutin terhadap wilayah yang dulu ada aktivitas galian,” katanya saat ditemui di Kantor Kelurahan Kuranji.

Ia menuturkan, pihaknya terus memberikan pemahaman terhadap warga, bahwa berdasarkan Perda RTRW di Kecamatan Taktakan sebagai daerah resapan air. Namun, jika sampai saat ini masih beroperasi secara sembunyi-sembunyi, dia meminta warga segera melaporkan.

“Laporin ke saya nanti saya tutup, saya laporin ke Pol PP. Gak ada (izin) galian C, sudah pasti ilegal. Di RTRW pun daerah itu daerah hijau untuk serapan. Bahkan, perumahan pun tidak bisa,” ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya hanya memberikan imbauan, agar segera dilakukan penutupan. Namun, jika terus berulang bukan tidak mungkin dibawa ke ranah hukum dengan dasar perambahan lingkungan. “Bisa sanksi pidana, perambahan lingkungan,” ucapnya.

Dipantau kepolisian

Senada diungkapkan, Kapolsek Taktakan AKP Tusiran bersama anggotanya melakukan pemantauan secara langsung ditiga lokasi bekas galian C, yang sudah ditutup Pemkot Serang, yakni di Kuranji, Pancur,dan Cilowong.

“Ngecek tempat galian C kalau ada yang di lokasi segera ditutup, karena di perda-nya di Kota Serang ini tidak ada galian C,” tuturnya di lokasi galian C Pasir Gadung.

Ia mengatakan, pengecekan tersebut sesuai dengan instruksi dari Kapolres Serang Kota, untuk memastikan, bahwa sesuai dengan peraturan daerah (Perda) tidak ada aktivitas galian C di wilayah Kota Serang.

“Makanya, nanti kalau ketahuan pengelola atau penggarapnya mau saya suruh berhenti dulu urus izin-izinnya. Saya belum tahu, kalau dari masyarakat saya belum ada informasi katanya buat lio bata,” katanya.

Ia menuturkan, dari Polsek sendiri hanya memiliki kewenangan untuk mengimbau kepada pelaku. Namun, jika terdapat hal yang mengarah ke ranah hukum. Pihaknya akan melapor ke Polres Serang Kota.

“Pak kapolres juga mengimbau kepada polsek-polsek yang ada galian C segera dilaporkan ke polres. Kalau kami gak termonitor berapa jumlahnya, karena gak ada surat izinnya. Makanya, kadang-kadang kucing-kucingan. Kalau melakukan tindak pidana kami laporkan ke polres,” ujarnya. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here