Meski Diikuti Satu Paslon, Pilkada Lebak Harus Damai

LEBAK, (KB).- Meski Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lebak hanya diikuti satu pasangan calon (paslon), tetapi pesta demokrasi harus damai. “Pilkada Lebak harus damai, jujur, dan adil tidak terjadi kecurangan, meski diikuti calon tunggal,” kata Ketua KPU Kabupaten Lebak, Ahmad Saparudin saat menggelar kegiatan kampanye damai, Selasa (27/2/2018).

Seperti diketahui, Pilkada Lebak diikuti satu paslon, yakni Calon Bupati dan Wakil Bupati, Iti Octavia-Ade Sumardi. Paslon tersebut akan melawan kotak suara. KPU Kabupaten Lebak berharap, pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang dijadwalkan Rabu (27/6/2018) berjalan lancar tanpa menimbulkan gejolak di masyarakat.

Dalam kegiatan deklarasi kampanye damai tersebut, dilaksanakan penandatangan deklarasi damai oleh paslon Bupati dan Wakil Bupati Lebak,  Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi, Ketua dan Sekretaris Tim Kampanye, Agus R Wisas dan Ucuy Mashuri Sajim. Penandatanganan deklarasi damai disaksikan  Kapolres Lebak, AKBP Dani Arianto, Dandim 0603/Lebak, Letkol Arh Sya’fa Susanto, Kajari Lebak, Lanna Hany Wanike Pasaribu, Ketua Pengadilan Negeri Rangkasbitung, Subchi Eko Putro, Ketua KPU Lebak, Ahmad Saparudin, serta Ketua Panwaslu Lebak, Ade Jurkoni.

Sementara, Ketua KPU Provinsi Banten, Agus Supriatna menuturkan, paslon harus mengikuti mekanisme sesuai dengan aturan yang sudah tertuang dalam undang-undang yang berlaku. “Jangan menggunakan fasilitas negara dalam bentuk apapun dan ikuti alur sebagaimana mestinya,” ujarnya. Pilkada Lebak, ucap dia, merupakan pesta demokrasi yang bersejarah, di mana bersamaan dengan Kabupaten Tangerang. Pemilihan kepala daerah hanya diikuti satu paslon.

Dalam sambutannya, Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Lebak, Ino R Saswita berharap, agar Pemkab Lebak dan unsurnya serta masyarakat dapat mengetahui, memahami dengan mengantisipasi dinamika, agar roda pemerintahan dapat terus berjalan dan tidak mengganggu kondusivitas daerah. “Melihat ke belakang, pelaksanaan pemilu di Kabupaten Lebak, baik itu pemilu legislatif, pemilihan Presiden atau pemilihan bupati, banyak hal yang telah berhasil dilalui dengan tingkat partisipasi pemilih, contohnya pada Pilkada 2013 mencapai 74.60 persen.  Hal tersebut menjadi prestasi tersendiri dan untuk target pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2018, yaitu 75 persen,” tuturnya. (Lugay/Job)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here