Kamis, 21 Juni 2018

Meriam Ki Amuk Pikat Wisatawan

Kehadiran Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama yang didirikan 15 Juli 1985 di halaman utara Keraton Surosowan banyak disinggahi pengunjung. Biasanya pengunjung yang datang ke museum tersebut mayoritas kalangan pelajar. Mulai dari murid PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi. Mereka sengaja datang untuk melihat barang-barang peninggalan sejarah yang ditemukan di area Banten Lama.

Salah satu peninggalan sejarah yang paling mencuri perhatian pengunjung adalah Meriam Ki Amuk yang merupakan ikon museum. Sekelumit sejarah meriam tersebut merupakan senjata pamungkas para pejuang yang paling ditakuti musuh. Karena kekuatan suara dentuman yang dihasilkan Meriam Ki Amuk sangat dahsyat. Dan itu mampu membuat musuh kocar kacir ketakutan. Sejarah mencatat, ketika pasukan armada laut Portugis dan Belanda berlabuh di Pantai Banten sekitar abad ke-15 dan abad ke-18, membuat para pejuang mampu melumpuhkan para penjajah.

Menurut Kepala Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, Fajar Satya Burnama mengatakan, senjata bersejarah itu menjadi perhatian dan rasa penasaran pengunjung. Sampai muncul legenda, siapa yang bisa memeluk meriam ki Amuk semua keinginannya dapat terkabulkan. Ada juga mitos yang menyebutkan, siapa saja yang bisa melempar koin tepat pada lubang meriam tersebut akan kaya raya. Meski itu hanya sebuah mitos, namun pesannya membuat daya tarik pengunjung,” kata Kepala Museum Purbakala Banten Lama, Fajar Setya Burnama.

Ia menjelaskan, selain pelajar banyak wisatawan asing yang datang untuk melakukan penelitian tentang sejarah Banten Lama. ”Pengunjung di sini tidak hanya dari Banten, tetapi dari luar daerah seperti, Jakarta, Bandung, dan Bogor. Ada juga wisatawan asing asal negara Jepang dan Prancis berkunjung untuk melakukan penelitian. Kamis besok akan ada kunjungan juga dari UPH (Universitas Pelita Harapan) Tangerang. Dan bulan April mendatang sudah ada jadwal kunjungan pelajar ke tempat ini,” ujar Fajar.

Ia mengatakan, benda-benda bersejarah di museum ini belum ada yang baru. ”Untuk benda peninggalan sejarah di museum belum ada penambahan atau penemuan yang baru. Tetapi kalau barang titipan dari warga ada beberapa yang disimpan di sini. Namun kita belum pastikan kebenarannya kalau benda itu mengandung nilai sejarah. Karena ketika ditanya asal usulnya penitip benda tersebut tidak tahu. Barangnya berbentuk keris dan beberapa keramik serta pecahan gerabah,” ucapnya.

Ia mengatakan, museum merupakan tempat untuk menyimpan, merawat serta melestarikan warisan budaya yang bertujuan sebagai pembelajaran, penelitian dan hiburan. Ada banyak peninggalan sejarah yang terdapat di Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama serta sejarah tentang Kesultanan Banten. Seperti yang disampaikan seorang pengunjung museum asal Rangkas, Mela Nurhadini.

Ia menjadi pengunjung setia museum. Karena dari dulu sudah menyenangi sejarah. Apalagi tentang Banten Lama. “Karena dari sejarah kita bisa tahu bagaimana perjuangan para pahlawan dan asal usul daerah kita seperti apa,” kata Mela, siswi kelas XII SMK Ikhlas Jawilan. Sementara bagi warga yang ingin mengunjungi Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama bisa datang di hari Senin-Jumat pukul 09.00 sampai 16.30, gratis. (Rizqi Putri/Job)***


Sekilas Info

Pulau Merak Kecil Diserbu Wisatawan Lokal

CILEGON, (KB).- Pulau Merak Kecil yang terletak disekitar Pelabuhan PT.ASDP menjadi daya Tarik tersendiri bagi wisatawan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *