Minggu, 18 November 2018

Merasakan Atmosfer Kejayaan Masa Lampau di Danau Peristirahatan Sultan Banten

DANAU Tasikardi mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Serang dan sekitarnya. Tempat rekreasi sekaligus situs bersejarah ini semakin terkenal setelah menjadi salah satu destinasi yang diilewati obor abadi pada acara Torch Relay Asian Games 2018, beberapa waktu lalu. Danau Tasikardi merupakan danau buatan yang dibangun pada masa Pemerintahan Panembahan Maulana Yusuf (bertahta 1570-1580 M), Sultan Banten kedua dan merupakan tempat peristirahatan sultan dan keluarganya.

Peranannya ganda, yaitu menampung air dari Sungai Cibanten demi pengairan sawah dan memasok air ke keraton dan masyarakat sekitarnya. Air Danau Tasikardi dialirkan ke Keraton Surosowan melalui pipa yang terbuat dari tanah liat dan berdiameter 2,40 meter. Sebelum digunakan, air disaring dan diendapkan di tempat penyaringan khusus yang disebut pengindelan abang atau “penyaringan merah”, pengindelan putih dan pengindelan emas.

Di tengah danau terdapat sebuah pulau yang bernama Pulau Kaputren yang dahulunya merupakan tempat istirahat keluarga kesultanan. Di pulau tersebut masih dapat dilihat peninggalan Kesultanan Banten, seperti kolam penampungan air, pendopo, dan kamar mandi keluarga kesultanan. Kini, Danau Tasikardi dijadikan sebagai tempat wisata. Lokasinya yang berada di tengah persawahan serta dikelilingi pohon-pohon besar sangat cocok untuk dijadikan tempat bersantai atau piknik dengan keluarga.

Di sana juga tersedia fasilitas wisata seperti ayunan, becak mini, atau bisa juga memancing ikan yang ada di danau. Kalian juga bisa menyeberangi danau menuju Pulau Kaputren menggunakan bebek gowes. Tapi untuk menikmati permainan tersebut, wisatawan harus membayar Rp 10.000 untuk menyewa bebek gowes air.

Danau dengan luas lima hektare ini terletak di Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Kota Serang, Provinsi Banten. Letaknya sekitar 10 kilometer dari pusat kota Serang. Bagi yang ingin berkunjung ke Tasikardi, wisatawan dapat berkunjung pada hari Senin sampai Ahad mulai pukul 09.000 hingga 17.00. Dan untuk tiket masuknya, cukup dengan membayar Rp 10.000 untuk tiket masuk ke Tasikardi.

Danau yang dibangun oleh Hendrik Lucas Cardeel ini berada tidak jauh dari kawasan situs sejarah Banten Lama, dimana para wisatawan bisa menemukan Masjid Agung Banten, Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, Benteng Speelwijk, dan Vihara Avalokitesvara yang berada tak jauh dari kawasan Banten Lama.

Jadi, sebelum bersantai di Danau Tasikardi para wisatawan bisa mengunjungi tempat-tempat bersejarah tentang kerajaan Banten. Selain untuk bersantai, Danau Tasikardi juga cocok untuk berselfi ria dengan latar belakang pemandangan sekitar danau dan juga pulau kecil tempat pemandian para putri sultan, dijamin deh Instagramable banget. Sekadar tau juga ya, kalau Danau Tasikardi ini biasa dijadikan salah satu rute bagi para biker sepeda, yukk kita wisata keliling Banten. (Rizki Putri)*


Sekilas Info

Destinasi Wisata di Provinsi Banten untuk Liburan Akhir Tahun

BINGUNG liburan akhir tahun nanti pergi berwisata kemana? Nah, bagi anda yang masih bingung, yuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *