Merancang Kampus Berbudaya Tanaman

Rektor Untirta Fatah Sulaiman (kiri) bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria saat mengikuti FGD tata kelola integrated smart and green campus di kampus baru Untirta Sindangsari, Senin (23/12/2019).*

Pembangunan kampus baru Sindangsari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) harus dirancang dan dibangun ramah lingkungan serta berbudaya tanaman. Apalagi, green smart bukan sekedar rangking, tapi mengajarkan ilmu lingkungan.

Hal itu dikatakan Rektor Intitut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria Sulaiman pada Forum Group Discussion (FGD) tata kelola integrated smart and green campus di kampus baru Untirta Sindangsari, Senin (23/12/2019).

Untuk mengelola smart and green campus, kata dia, IPB menerapkan konsep sederhana. Yakni dengan menyediakan kantong-kantong sampah, memanen air hujan, dan penghijauan ruang ramah lingkungan. Sebab, kata dia, green smart itu bukan sekedar rangking tapi mengajarkan ilmu lingkungan.

“Apa yang kita sampaikan, kita kerjakan. Karena, semua orang mudah sekali berbicara tentang ilmu lingkungan. Namun, tidak sesuai dengan yang disampaikan serta tidak diterapkan. Maka dari itu, dimulai dari diri sendiri,” ujarnya.

Ia meminta tidak perlu mendatangkan ahli dari luar, cukup memanfaatkan ahli dari kampus sendiri. Sehingga, mahasiwa yang diajarkan juga yakin pada dosennya, dengan keilmuan yang dimilikinya.

“Kampus Untirta kecil dan mudah dikelola, dibandingkan dengan universitas yang sudah besar, yang permasalahanya juga semakin banyak. Pembangunan kampus baru Sindangsari harus direncanakan, dirancang dan dibangun ramah lingkungan, penghijauaan serta berbudaya tanaman,” katanya.

Sementara itu, Untirta berkomitmen mengintegrasikan smart and green campus. Untuk mewujudkan smart and green campus tersebut, dibutuhkan waktu kurang dari dua tahun.

“Saya optimis kampus Untirta di Singdangsari dan Pakupatan bisa memenuhi persayaratan untuk menjadi smart and green campus dalam waktu kurang dua tahun. Begitu pindah ke kampus Sindangsari langsung register untuk green matic sebagai uji pertama,” kata Rektor Untirta Fatah Sulaiman. (Denis Asria/Yadi Jayasantika)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here