Rabu, 26 September 2018

Menyusuri Wisata Pantai Sawarna: Empat Jam Perjalanan Menuju Surga Tersembunyi

KABUPATEN Lebak memiliki banyak potensi wisata pantai yang tidak kalah menarik dari wisata lain, salah satunya Pantai Sawarna di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Keindahannya bahkan membuat banyak kalangan menyebut Pantai Sawarna sebagai surga yang tersembunyi. Hal itulah yang membuat wartawan memutuskan untuk datang ke lokasi tersebut. Perjalanannya dimulai pada Sabtu (13/5/2017). Pada hari ini sekitar pukul 06.00, wartawan bergegas ke Terminal Pakupatan untuk menaiki Armada Damri Jurusan Sawarna. Ya, armada inilah salah satu transportasi yang langsung menuju Pantai Sawarna.

Tiba di terminal, sekitar pukul 6.15 sudah terlihat kerumunan calon penumpang. “Ayo a masih kosong, hayu masih muat silakan naik,” kata salah seorang kondektur dengan seragam has pegawai Damri.
Sang sopir yang juga berseragam has pegawai Damri mulai menjalankan mobilnya sekitar pukul 06.30. Pada hari itu, dalam bus berkapasitas kurang lebih untuk 19 orang ini hanya ada beberapa penumpang saja. Perjalanan yang dilalui melewati jalur Kecamatan Petir kemudian Gunung Kencana, tidak melewati Pandeglang. “Biasanya memang Damri ini (Jurusan Sawarna) lewat Gunung Kencana,” kata kondektur tadi.

Perjalanan menuju Pantai Sawarna memang memanjakan mata, dari mulai Damri sampai di Wilayah Kecamatan Curug, Kota Serang sudah terlihat hamparan hijau padi yang bergoyang di sawah milik warga, beberapa jarak terseling rumah warga yang berjejer di samping jalan. Pemandangan ini hampir sama hingga perjalanan sampai di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak. Perjalanan dari Kota Serang hingga Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak kurang lebih menempuh waktu satu jam. Dari titik inilah, perjalanan mulai dimanjakan dengan pemandangan berbeda, yang terlihat lebih banyak hamparan hijau sawah.

Wartawan memutuskan berpindah kursi untuk mendekati salah seorang penumpang. Ia menyebut namanya Doni, warga Kabupaten Tangerang yang sengaja menaiki Armada yang sudah dilengkapi AC ini. “Saya mau ke Sawarna,” katanya saat ditanya oleh wartawan. Tidak terasa, sambil mengobrol dengan wisatawan tadi, perjalanan sudah sampai di Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak. Di daerah ini, sesekali sang sopir menancap gas, karena perjalanan di wilayah ini memang melewati tanjakan dan liku-liku pegunungan. Jurang gunung samping jalan juga membuat sang sopir nampak lebih hati-hati. “Kalau aa mau kemana,” sesekali Doni bertanya kepada wartawan.

Perjalanan yang sempat membuat waswas sudah dilalui, Damri sudah sampai di Persimpangan Simpang dan Binuangen, Kabupaten Lebak. Di persimpangam, sang sopir menghentikan Damri dan menurunkan penumpang. Gas sudah ditancap, perjalananpun dilanjutkan. Sayangnya, setibanya di Kecamatan Cilangkahan, Kabupaten Lebak, ada beberapa bagian badan jalan yang sudah mulai rusak. Perjalanan mulai tidak nyaman, badan terasa terbanting karena Damri melalui jalan yang berlubang dan bergelombang. “Kemarin pas ke Sawarna jalannya juga begini,” ucapnya sambil bercerita pengalaman ke Sawarna.

Kawasan Pulau Manuk

Dari titik ini pula, Damri sesekali harus mengantre saat akan melewati jembatan. Karena, Kecamatan Cilangkahan hingga Kecamatan Bayah terhitung ada tiga jembatan yang sedang direnovasi. Perjalanan Damri yang mulai melambat akhirnya di Pasar Bayah, Kabupaten Lebak, sekitar pukul 10.00. “Alhamdulillah sudah mau sampai,” katanya. Badan yang sudah terasa pegal terasa lebih ringan karena dari titik perjalanan hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai ke tujuan. Pengalaman yang berbeda terasa ketika Damri sudah memasukki kawasan Pulau Manuk, salah satu wisata dekat Pantai Sawarna.

Di sekiar Jalan Pulo Manuk-Sawarna banyak monyet-monyet terlihat, seakan menyambut para wisatawan yang melintas. Di dekat monyet ini juga terlihat juga ada beberapa pengendara berhenti hanya sekadar untuk memberi makan monyet tadi. Empat jam lebih perjalanan berlalu, tidak terasa Damri yang ditumpangi sampai di Desa Sawarna Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Nuansa keindahan Pantai Sawarna yang banyak dibicarakan sudah mulai terasa. Kabar Banten bergegas mencari penginapan untuk sekadar meregangkan urat-urat agar badan dapat melanjutkan perjalanan selanjutnya. (Sutisna/Job)***


Sekilas Info

Menjaring Wisata Melalui Penataan Wisata Air Panas

TERLETAK di kawasan hutan lindung Perum Perhutani Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Malingping, tepatnya di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *