Menyebar di Seluruh Kab/Kota, ODP di Provinsi Banten Capai 1.212 Orang

Suasana pengecekan ruang isolasi pasien suspect covid-19 di RSUD Banten, Selasa (24/3/2020).*

SERANG, (KB).- Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19 di Provinsi Banten capai 1.212 orang, yang menyebar di seluruh kabupaten/kota. Dalam kasus ODP, jumlah paling besar adalah Kota Tangerang sebanyak 233 orang dan Kabupaten Serang 194 orang.

Berdasarkan data yang diunggah infocorona.bantenprov.go.id sampai Rabu (25/3/2020) pukul 20.30 WIB, dari 1.212 ODP itu di antaranya 118 orang sembuh dan dan 1.094 masih dirawat.

Sedangkan daftar kabupaten/kota, di bawah Kota Tangerang dan Kabupaten Serang, menyusul Kota Tangerang Selatan sebanyak 190 ODP, Kabupaten Tangerang 132 ODP, Kabupaten Pandeglang 184 ODP, Kota Cilegon 93 ODP, Kota Serang 40 ODP, dan Kabupaten Lebak 30 ODP.

Untuk melakukan pencegahan penyebaran virus corona, pemerintah daaerah telah melakukan berbagai upaya. Selain meliburkan sekolah dan pegawai pemerintahan, Pemerintah Provinsi Banten juga menetapkan Rumah Sakit Umum (RSU) Banten menjadi rumah sakit rujukan khusus corona yang mulai beroperasi Rabu (25/3/2020).

Di hari pertamanya beroperasi, RSU Banten menerima 7 pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19. Ketujuh pasien merupakan rujukan dari rumah sakit yang ada di Provinsi Banten.

“RSU Banten telah beroperasi menjadi rumah sakit khusus virus corona sejak 25 Maret 2020. Pasien yang sudah masuk sebanyak tujuh orang. Mereka berstatus PDP yang dirujuk dari rumah sakit di Provinsi Banten,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten Ati Pramudji H, Rabu (25/3/2020).

Suasana ruangan perawatan pasien khusus Covid-19 di RSUD Banten, Selasa (24/3/2020).*

Terkait rencana tes terhadap ketujuh orang tersebut, ia mengatakan, prosesnya melanjutkan tes yang sudah dilakukan rumah sakit sebelumnya.

“Bila swab sudah dilakukan di RS pertama, kami tidak melakukan periksa swab ulang menunggu hasil dari pemeriksaan yang pertama. Kecuali jika pasien yang di rujuk belum dilakukan swab kami yang melakukan swab,” ujarnya.

Pihaknya juga sedang menunggu rujukan dari 14 rumah sakit di Banten.

“Kami sedang menunggu rujukan dari 14 RS (rumah sakit). Masing-masing RS sedang menyiapkan pasien yang akan dirujuk,” katanya.

Sejauh ini rujukan yang diterima RSU Banten hanya dari rumah sakit di Provinsi Banten. Dalam proses rujukan, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan seleksi terhadap paisen yang akan dirujuk. Caranya dengan meminta penjelasan kondisi pasien terhadap rumah sakit yang merujuk.

“Menjelaskan kondisi pasien yang akan dirujuk ke RSU Banten,” ucapnya.

Mengenai rapid tes virus corona, Provinsi Banten mendapatkan 3.600 alat rapid tes dari Pemerintah Pusat. Alat tersebut akan didistribusikan ke kabupaten/kota di Banten dan untuk RSU Banten sebagai pusat rujukan virus corona.

“Bantuan rapid tes dari pemerintah pusat baru kami terima tadi (kemarin) pagi, dan besok (hari ini) akan kami distribusikan ke dinkes kabupaten/kota dan RSUD. Senin kemarin kami juga menerima bantuan APD berupa baju cover all sebanyak 5.000, dan inipun sudah kami distribusikan melalui dinkes kabupaten/kota dan RSUB (Banten),” tuturnya.

Rapid tes diprioritaskan bagi PDP, orang dalam pemantauan (ODP), petugas kesehatan yang kontak erat dengan PDP, dan masyarakat yang kontak erat dengan postif virus corona.

“Upaya menekan angka covid (virus corona) Banten, komunikasi resiko secara langsung dan tidak langsung, physical distancing, disinfektan tempat-tempat umum, WFH (work from home), SFH (school from home), tracing kontak klinis dan non klinis, penambahan ruang/bed isolasi, pengendalia harga dan ketersediaan bahan pokok dan alat kesehatan, dan masih banyak lagi lainnya,” katanya.

Warga baduy dilarang ke kota

Virus Corona yang telah menyebar, mendapat perhatian masyarakat adat Baduy. Pemerintah Desa Kanekes, Kecamatan Lewuidamar, Kabupaten Lebak, melarang warga baduy untuk bepergian ke kota besar seperti Jakarta untuk menghindari virus corona.

“Untuk sementara kami melarang warga kami bepergian ke kota-kota besar seperti Jakarta guna menghindari penyebaran virus corona itu,” Kata Kades Kanekes, Jaro Saija, di Lebak, Rabu (25/3/2020).

Dia mengatakan, bagi warga Baduy yang masih berada di kota besar diperintahkan untuk segera pulang.

“Tapi sebelum masuk ke lingkungan Baduy, harus diperiksa kesehatannya terlebih dahulu di puskesmas atau rumah sakit, untuk memastikan tidak terjangkit virus,” kata dia.

Saija mengatakan, hingga saat ini belum ada masyarakat Baduy yang dilaporkan terpapar virus corona. Dia mengimbau masyarakat Baduy untuk menjaga kesehatan dan kebersihan di lingkungannya masing-masing.

Jaro Saija memastikan lokasi wisata Adat Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Baduy, Kabupaten Lebak, Banten, ditutup dari kunjungan wisatawan selama dua pekan ini , hal itu untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Ditutup dulu, wisatawan yang berencana berkunjung, dibatalkan dulu. Kami tutup sementara hingga 30 Maret 2020,” kata Kepala Desa Kanekes tersebut. (SN/ND)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here