MENYAMBUT LAILATUL QADR

Lailatul Qadr

Secara harfiah, kata “lailatul qadr” bararti “malam penentuan” atau “malam kepastian” karena pada malam itulah ditentukan dan dipastikan bahwa Allah swt. Menurunkan Al-Qur’an di muka bumi, juga, pada malam itu pula ditentukan dan dipastikan bahwa Allah memberi rahmat, barakah dan maghfirah/ ampunan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Itulah sebabnya, sebagian ulama membagi tiga puluh hari di bulan Ramadan dalam tiga kategori, sepuluh pertama sebagai hari rahmat, sepuluh hari kedua adalah barakah, dan sepuluh hari ketiga sebagai hari maghfirah.

Malam lailatul qadr disebut juga sebagai malam kedudukan yang tinggi dan mulia (al manzilah ar rafi’ah), lailatul mubarakah (malam penuh berkah) atau di sebut dengan lailaturrahmah (malam penuh kasih sayang). Lailatul qadr adalah merupakan anugerah khusus yang diberikan Allah pada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beribadah untuk menyambutnya pada bulan Ramadan.

Al-Qur’an menggambarkan malam lailatul qadr sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Qadr 1-5: ” Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemulian. Dan tahukan kamu apakah malam kemuliaan itu?. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikan dan malaikan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar

Dari keterangan ayat diatas, menjelaskan bahwa sekecil apapun perbuatan seseorang akan mendapatkan pahala berlipat ganda sehingga sebanding dengan perbuatan yang dapat ia kerjakan selama seribu bulan lamanya”.

Kapan Lailatul Qadr?

Pertanyaan tentang kapan terjadi lailatul qadr, tak ada seorangpun yang mampu memastikan kedatangan malam tersebut, yang jelas malam itu terjadi pada bulan Ramadan.

Allah merahasiakan tentang terjadinya lailatul qadr, tentu terkandung hikmah didalamnya, paling tidak sebagaimana yang disampaikan oleh syaikh Ali Ahmad Al Jarjawi, pertama, agar tetap tidak mengurangi keagungan ibadah sunah yang lain, bahwa bukan suatu kerugian jika setiap kebaikan tetap dilakukan bukan saja di malam tertentu tapi hendaknya kita kerjakan tanpa pilah pilih waktu dan kesempatan.

Kedua, seandainya diketahui kepastiannya, dikhawatirkan akan timbul kesombongan pada diri pelaku kebaikan yang mengerjakan tepat pada waktu terjadinya, seolah-olah dirinyalah yang paling hebat.

Ketiga, agar umat Islam bersungguh-sungguh dalam mengerjakan amal kebajikan dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Seandainya, kedatangan malam itu dipastikan dan diberitakan secara pasti waktu maupun harinya, niscaya umat Islam banyak berlomba- lomba untuk mengerjakan segala perbuatan baik hanya pada hari itu saja, sehingga ia akan melupakan diri dari berbuat baik pada saat yang lain.

Pendapat Ulama

Sebagian ulama mengatakan, lailatul qadr jatuh setiap tanggal 17 Ramadan atau bertepatan dengan hari nuzulul qur’an. Ada juga yang berpendapat, malam lailatul qadr turun pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan (asyrul awakhir), lebih khusus lagi, setiap tanggal ganjil pada sepuluh hari terakhir yaitu 21, 23, 25, 27 dan 29.

Dari beberapa pendapat tersebut, semuanya berdasarkan dalil, hanya kekeliruan kita adalah sering menganggap sepele kebaikan yang kecil hanya demi menuju kebaikan misteri yang berlimpah dan waktunya sekejap.

Seakan-akan kebaikan juga mengenal efektifitas, sedikit kerja namun berharap pahala melimpah, setelah berhasil mengumpulkan pahala ia bisa berbuat apa saja karena memiliki tabungan kebaikan. Tabungan kebaikan seolah dikumpulkan untuk menutupi dosa-dosa yang jauh sebelumnya sudah diniatkan untuk dilakukan. Padahal pahala bukanlah hitungan nominal, tapi cermin dari kualitas nilai prilaku seseorang.

Sambut Lailatul Qadr

Tahun berganti tahun, tidak terasa jatah umur kita semakin berkurang, karena itu kurang pantas bila kita menyia-nyiakan bulan Ramadan dengan tanpa kebaikan.

Ketika usia seorang semakin bertambah, seiring itu pula tanggung jawabnya semakin besar dan bertambah berat. Islam mengajarkan agar hidup umatnya pada hari ini lebih baik dari kemarin, sesuai dengan hadis Rasul saw. “Orang yang beruntung adalah apabila hari ini lebih baik dari kemarin”.

Dari semua perjalanan manusia, tentu ada satu peristiwa yang menentukan hidup seseorang sepanjang umurnya. Malam lailatul qadr adalah peristiwa penting sepanjang Ramadan bagi manusia. Peristiwa malam penentuan antara kehendak seseorang dengan hidayah Allah menyatu dalam perubahan dirinya.

Peristiwa lailatul qadr mengisyaratkan perubahan seseorang selalu berkaitan dengan kekuasaan Allah. Isyarat kedua, perubahan suatu komunitas atau unit masyarakat selalu berlangsung dari kehendak dan kesungguhan setiap orang untuk berubah.

Mari kita sambut lailatul qadr dengan memperbanyak kebaikan-kebaikan, kita awali dengan sebuah do’a yang diajarkan oleh Rasulullah saw. “Ya Allah semoga Engkau mendatangkan bulan ini kepada kami dengan membawa berkah serta keteguhan iman, keselamatan dan keislaman, Tuhanku dan Tuhanmu yaitu Allah.” (H.R. At Tirmidzi). Wallahu ‘alam bisshawab. (Kholid Ma’mun/Pengajar di Ponpes Modern Daar El Istiqomah Kota Serang & Pengurus PWNU Provinsi Banten)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here