Menunggu Wukuf Arafah, Jemaah Haji Mengisi dengan Wisata Ziarah

Jemaah haji asal Provinsi Banten melakukan wisata ziarah menunggu wukuf Arafah pada 9 zulhijah mendatang. Selain wisata ziarah, jemaah haji juga melakukan umrah sunah.

Sejumlah wisata ziarah yang dikunjungi yakni kawasan Ma’la, lokasi pemakaman Siti Khodijah istri Nabi Muhammad, dan untuk kalangan aulia. Selain itu, jemaah haji juga mengunjungi Gunung Jabbal Tsur dan Jabbal Rahmah.

Pemakaman Ma’la

Kompleks Pemakaman Mu’alla atau Ma’la, kira-kira berjarak tiga kilometer ke arah utara Kakbah. Bagi jemaah haji yang berziarah ke kompleks pemakaman tersebut hanya diberi kesempatan memberikan salam dari dalam bus yang melintasi pemakaman tersebut. Atau kalau turun, peziarah hanya berdoa di pagar kompleks pemakaman.

Seluruh bagian makam diratakan, dan hanya ditandai dengan batu-batu putih. Sebagian besar kompleks pemakaman tersebut lapangan terbuka, kecuali sebidang tanah di bagian tengah yang dipagari beton dan besi-besi.

Di ujung selatan kompleks yang dipagari itu, ada sebuah makam yang dikelilingi tembok putih semata kaki orang dewasa yang membentuk persegi panjang seluas kira-kira 1,5 kali 3 meter.

Menurut keterangan petugas yang menjaga Pemakaman Ma’la, di lokasi itulah Siti Khadijah dikuburkan. Kebanyakan pengunjung juga diarahkan ke bagian pagar bagian selatan yang paling dekat dengan kuburan itu untuk meyampaikan salam dan doa.

Jabbal Rahmah

Salah satu objek wisata religi yang dikunjungi jemaah haji yakni Jabbal Rahmah yang berlokasi di kawasan Padang Arafah. Gunung yang menjadi tonggak sejarah umat sedunia, pertemuan Adam dan Hawa. Pengunjung harus menaiki lereng gunung jika ingin ke puncak atau tonggak Jabbal.

Para pengunjung banyak memanjatkan doa baik di tonggak Jabbal Rahman maupun pelataran sekitarnya. Banyak pengunjung menuliskan nama dengan pasangannya pada bebatuan maupun menaruh foto.

Entah apa yang dimaksudkan, namun banyak yang berdoa diberikan keharmonisan dengan pasangannya. “Saya hanya ketitip menaruh foto-foto ini,” ucap seorang pengunjung Asep.

Disekitar puncak Jabbal Rahmah banyak pedagang yang menjajakan cendera mata untuk oleh-oleh. Sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) menyediakan paket-paket wisata religi ini. Biasanya sekaligus dengan penyembelihan kambing sebagai dam karena berhaji tamattu.

Seperti dilakukan KBIH Bani Syai dan Ulul Albab. Para jemaah haji dipersilakan untuk menyaksikan pemotongan kambing ataupun menyembelih kambing sendiri. Pihak KBIH menuntun doa untuk pemotongan kambing. “Setelah pemotongan silakan membayar langsung ke pedagang dengan menawar harga yang sesuai,” kata Ketua Rombongan KBIH Ulul Albab, Ustaz Yana Hadiansyah.

Ia mengatakan, membayar dam harus dilakukan mengingat mengerjakan umrah terlebih dahulu. “Kami tak bisa menunggu selama 20 harian berpakaian ihram untuk haji. Ini dibolehkan mengerjakan umrah terlebih dahuli dulu dengan konsekuensi bayar dam,” tutur Yana. (Maksuni Husen)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here