Menuju Kota Layak Anak, Fasilitas Anak Belum Terpenuhi

Pemerintah Kota Serang bersama forum anak menggelar rapat perencanaan pembangunan kota layak anak beberapa waktu yang lalu.*

SERANG, (KB).- Pembangunan kota layak anak (KLA) di Kota Serang hingga saat ini belum berjalan optimal. Masih banyak fasilitas anak-anak yang belum terpenuhi di Ibu Kota Provinsi Banten tersebut.

“Fasilitas untuk anak-anak seperti taman bermain dan lainnya belum terpenuhi,” kata Wakil Wali Kota Serang, Sulhi Choir saat menghadiri rapat perencanaan pembangunan KLA di Kota Serang, di sebuah hotel, Kamis (1/3/2018).

Menurutnya, saat ini tempat untuk membangun fasilitas anak seperti di alun-alun maupun Stadion Maulana Yusuf Ciceri dipenuhi banyak pedagang. “Selama ini baru ada di sekolah-sekolah spot khusus anak. Untuk di kota belum terpenuhi,” ucapnya.

Rapat tersebut melibatkan forum anak-anak untuk dapat menyalurkan aspirasinya kepada Pemkot Serang. Hasil dari aspirasi tersebut nantinya akan disampaikan dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat Kota Serang.

“Kami perlu peduli juga agar mereka memiliki tempat kreativitas, sehingga spot itu bisa dinikmati. Jangan sampai kota ini menjadi ancaman anak-anak. Artinya, harus ramah untuk anak anak,” ucapnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang, Djoko Sutrisno menuturkan, musyawarah melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Salah satunya forum anak Kota Serang untuk memberikan kesempatan menyampaikan saran. “Anggaran disiapkan untuk pemberdayaan maupun pembangunan infrastruktur,” tuturnya.

Saat ini, Kota Serang masih menuju KLA. Fasilitasi yang telah ada yaitu hanya laktasi dan kawasan bebas asap rokok di beberapa tempat. “Untuk tahun ini ada beberapa usulan yaitu sekolah ramah anak dan ruang terbuka hijau,” katanya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Serang, Namin mengatakan, rencana pembangunan KLA di Kota Serang sudah lama diusulkan. Namun hingga saat ini belum terlihat hasilnya. Sebab, dalam setiap pertemuan, Pemkot tidak melibatkan forum anak Kota Serang.

“Kami melihat Pemkot dalam mengakomodasi hak anak belum maksimal karena pemkot tidak melibatkan anak dalam rencana pembangunannya,” ucap Namin. Ia berharap, dalam rapat yang melibatkan anak-anak didalamnya menghasilkan keputusan yang terbaik. Sebab keinginan mereka dapat langsung didengar.

“Kalau kemarin kami hanya meraba-raba. Kaitan masalah anggaran sudah pasti mengakomodasi dan menyesuaikan kegiatan yang belum terealisasikan dan kami alokasikan untuk anggaran yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” tuturnya. (TM)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here