Menuju Kota Cerdas, Kota Tangerang Siap Hadapi RKCI

Kota Tangerang menghadapi penilaian Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI), dengan memiliki tiga keunggulan dokumen berupa masterplan SmartCity, tim SmartCity serta pemenuhan indikator Smart City melalui dokumentasi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan dampak yang diperoleh.

“Jadi kalau untuk penilaian RKCI, Insya Allah Kota Tangerang sudah mempunyai tiga keunggulan dokumen terkait pemetaan kota cerdas,” ujar Plt Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang, Senin (15/7/2019).

Setelah masuk dalam 100 daerah Smart City di Indonesia, Pemerintah Kota Tangerang semakin menata diri dalam pengembangan Kota Cerdas. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Arief R. Wismansyah, kata dia, pembenahan pelayanan publik dilakukan dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi (TI) dan tidak semata karena adanya proses penilaian RKCI 2019.

Ia menjelaskan kondisi itu dimulai dari tahun 2016, melalui hadirnya smart city 1.0 untuk integrasi aplikasi, 2017 smart city 2.0 untuk layanan publik serta 2018 smart city 3.0 pengembangan aplikasi geospasia, yang turut didukung para sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya.

RKCI sendiri ialah pemetaan setiap kota mampu memahami kotanya bertransformasi menuju Kota Cerdas. Pemetaan dilakukan dengan menilai kondisi kota berdasarkan elemen kualitas hidup. Elemen tersebut, mulai dari ekonomi, sosial, lingkungan dan elemen pemungkin yaitu tata kelola, infrastruktur dan teknologi masyarakat.

Kegiatan pemetaan ini yaitu kegiatan dua tahunan yang dimulai pertama kali pada 2015. Pemakaian teknologi, katanya, tidak bisa dihindari dalam mencapai tujuan Kota Cerdas. Peralatan teknologi dapat diusahakan untuk ketersediannya tetapi peranan kepala daerah serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), harus juga cerdas dalam penggunaan teknologi.

“Kepala daerah dan OPD, harus dapat menjadi penggerak bagi masyarakat dalam mengimplementasikan penggunaan teknologi yang tepat dalam pengembangan kota ke depan,” imbuh Indri.

Jadi nomine

Belum lama ini, tiga inovasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Tangerang menjadi nominator dalam ajang Top 99 Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, dan BUMD Tahun 2019.

Top 99 Inovasi Pelayanan Publik merupakan ajang tahunan yang diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) sebagai bagian dari strategi menumbuhkan inovasi pelayanan publik.

Wakil Wali Kota Tangerang H. Sachrudin yang hadir dalam acara presentasi dan wawancara Top 99 Inovasi Pelayanan Publik memaparkan berbagai keunggulan serta keunikan yang dimiliki dari ketiga aplikasi yang dikembangkan oleh Pemkot Tangerang.

“Semua inovasi yang dibuat bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat,” papar Sachrudin.

Ketiga inovasi yang berhasil menjadi nominator dalam ajang tersebut diantaranya Cageur Jasa dan Sapa Sehat yang menjadi program Dinas Kesehatan Kota Tangerang serta Perijinan Online Terintegrasi 123 yang dikembangkan oleh Dinas Kominfo.

“Tiga program yang menjadi nominator tentunya memiliki manfaat yang berbeda bagi masyarakat. Kalau Cageur Jasa dan Sapa Sehat terkait kesehatan masyarakat, sedangkan Perijinan Online Terintegrasi tentunya terkait bidang ijin dan investasi di Kota Tangerang,” kata Sachrudin

Sebagai informasi, dalam kompetisi inovasi pelayanan publik tahun 2019 ini terdapat sebanyak 1.651 inovasi yang dinyatakan lolos tahap seleksi proposal untuk kemudian dilakukan seleksi kembali menjadi 99 inovasi yang akan diseleksi kembali menjadi 45 inovasi oleh tim panel independen.

“Semoga hasilnya memuaskan dan menjadi evaluasi bagi Pemkot Tangerang ke depannya,” tukasnya. (Dewi Agustini)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here