Senin, 23 Juli 2018
Seba Baduy

Menteri Pariwisata Akan Hadiri Seba Baduy

Menteri Pariwisata, Arief Yahya akan datang ke Lebak, untuk menghadiri perayaan Seba Baduy. Perayaan Seba Baduy akan mendongkrak pariwisata dan budaya di Provinsi Banten. “Perayaan Seba Baduy itu ritual tahunan yang diselenggarakan masyarakat Baduy,” kata Kasubag Pemberitaan Humas Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Lebak, Aep Dian Hendriawan, dikutip dari dispar.bantenprov.go.id, di Lebak, Rabu (4/4/2018).

Pelaksanaan Seba Baduy tersebut rencananya digelar 20 April 2018 bertempat di Gedung Pendopo Pemerintah Kabupaten Lebak. Perayaan tersebut akan dihadiri sebanyak 2.000 warga Baduy Dalam berpakaian putih-putih dengan ikat kepala putih dan Baduy Luar berpakaian putih-putih dengan ikat kepala atau lomar hitam.
Perayaan Seba Baduy tahun ini tentu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena memasuki usia satu abad yang dilaksanakan masyarakat Baduy.

Perayaan Seba Baduy akan dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya. Pemkab Lebak sudah menyampaikan undangan resmi ke Kemanpar Republik Indonesia.
Perayaan ritual budaya masyarakat Baduy tersebut menampilkan berbagai kerajinan, di antaranya kain tenun, tas koja, batik dan aneka souvenir. Selain itu, perayaan tersebut akan diwarnai dengan produk kuliner khas masyarakat Lebak, seperti sale pisang, makanan camilan dan tradisional, abon ikan, gula semut, kerupuk emping dan kerajinan anyaman bambu.

“Kami menilai perayaan Seba Baduy tahun ini dapat mendongkrak kunjungan wisata domestik dan wisatawan asing,” ujar Aep Dian Hendriawan. Menurut dia, kegiatan seba masyarakat Baduy berjalan kaki sejauh dua kilometer dengan membawa aneka hasil pertanian ladang huma. Produksi hasil bumi itu di antaranya padi, gula aren, pisang, sayur-sayuran dan palawija. Selama ini, kehidupan masyarakat Baduy mengandalkan dari hasil bercocok tanam pertanian ladang darat dan tidak boleh menggarap lahan persawahan menggunakan cangkul maupun alat teknologi.

Masyarakat Baduy bercocok tanam sangat organik dan tidak menggunakan pupuk kimia maupun pestisida. “Dari hasil pertanian ladang itu, sebagian di antaranya diserahkan hasil bumi kepada kepala daerah,” ucapnya. Ia mengatakan, perayaan Seba Baduy merupakan bentuk silaturahmi masyarakat Baduy dengan kepala daerah, yakni bupati dan gubernur sebagai “Bapak Gede” atau kepala pemerintah daerah.

Kegiatan Seba Baduy dilakukan setelah warga Baduy menjalani ritual kawalu selama tiga bulan. Ritual kawalu berlangsung selama tiga bulan dan pada kurun waktu tersebut kawasan Baduy tertutup bagi wisatawan. Seba Baduy merupakan upacara tradisi sakral warga Baduy yang tinggal di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak yang telah dilaksanakan secara turun temurun sejak zaman Kesultanan Banten.

Perayaan Seba Baduy itu nanti disampaikan dari masyarakat Baduy yakni menitipkan pesan kepada pemerintah untuk menjaga kelestarian alam, hutan, dan lingkungan. Sebab, masyarakat Baduy tinggal di kawasan hutan Gunung Kendeng dan perlu pengamanan dan penjagaan agar kelestarian hutan tersebut tidak menimbulkan malapetaka bencana alam. “Kami berharap Seba Baduy bisa dibantu oleh Kementerian Pariwisata menjadikan destinasi wisata budaya yang mendunia,” ujarnya.

Tokoh masyarakat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Saija mengatakan, peringatan upacara adat tersebut dilaksanakan sejak turun-temurun sebagai bukti kesetiaan terhadap kepala pemerintah. Peringatan seba selain silaturahmi dengan pejabat pemerintah juga memberikan hasil pertanian sekaligus menyampaikan berbagai pesan keluhuran atau kearifan lokal tradisi Baduy. “Juga menyampaikan pesan kepada Bupati Lebak dan Gubernur Banten sebagai kepala pemerintah daerah,” tuturnya.

Pelaksanaan seba tahun 2018 dinamakan “Seba Gede” karena dihadiri ribuan orang, dan berbeda dengan “Seba Leutik” yang hanya dihadiri ratusan orang. Warga Baduy setelah selesai memperingati tradisi seba di Pendopo Pemkab Lebak akan dilanjutkan kembali untuk bertemu dengan Gubernur Banten Wahidin Halim. “Kami juga merasa kewajiban untuk merayakan seba bersama Gubernur Banten,” katanya. (Galuh Malpiana)*


Sekilas Info

Eksotisme Pulau Sangiang

BAGI pecinta wisata bahari, Pulau Sangiang kiranya tidak boleh sampai terlewat untuk dikunjungi. Sebab, pulau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *