Sabtu, 17 November 2018
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir (tengah), Rektor Untirta Soleh Hidayat (keempat kiri), Sekretaris Daerah Ino S Rawita (kelima kanan), Bupati Serang Tatu Ratu Tatu Chasanah (keempat kanan) dan Residence Representative Regional Hub For Sout East Asia IsDb Ibrahim Ali Syoukti (ketiga kanan) membunyikan sirine sebagai dimulainya pembangunan kampus terpadu Untirta, di Jalan Raya Palka Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Rabu (26/9/2018).*

Menristekdikti Minta Untirta Tingkatkan Mutu Pendidikan

SERANG, (KB).- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI, Mohamad Nasir mengatakan, dengan pembangunan kampus terpadu Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dapat meningkatkan mutu pendidikan.

“Tujuannya adalah bagaimana meningkatkan sumber daya manusia yang ada di wilayah Banten ini,” kata Nasir dalam acara groundbreaking pembangunan kampus baru Untirta di Jalan Raya Palka Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Rabu (26/9/2018).

Dia berharap pembangunan kampus itu dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan. “Mudah-mudahan ‘groundbreaking’ pembangunan ini bisa lancar, tidak ada masalah dan bisa dikerjakan dengan baik,” ujarnya.

Dia berpesan agar kontraktor pembangunan dapat mengerjakan proyek itu dengan baik sesuai dengan kontrak yang disepakati. Begitu juga konsultan pengawasan pembangunan kampus itu melakukan pengawasan yang baik agar proyek itu dibangun sesuai dengan rencana yang ditetapkan.

“Projek ini bukan proyek cuma-cuma. Ini adalah pinjaman negara kepada Islamic Development Bank, nilainya tidak tanggung-tanggung, cukup besar,” tuturnya.

Ia mengatakan, proyek 4 in 1 diusulkan untuk dapat berkontribusi pada tujuan strategis pemerintah dalam pembangunan perguruan tinggi yaitu meningkatkan daya saing melalui peningkatan ranking perguruan tinggi Indonesia.

“Untirta merupakan salah satu dari empat perguruan tinggi, yang memperoleh pendanaan dari IsDB, dengan dana pendamping dari pemerintah dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Salah satu capaian yang akan diwujudkan melalui proyek ini Untirta menjadi Pusat Unggulan Iptek Food Security. Hal itu sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat dan peningkatan daya saing bangsa,” ucapnya.

Ia menjelaskan, selama proses pembangunan berlangsung dapat diawasi dan dapat diselesaikan tepat waktu, proses pembangunan 11 gedung baru ini akan ditargetkan selama 2 tahun. Perencanaan menjadi poin yang harus diawasi dengan mengacu pada empat komponen tata kelola (good governance).

“Dilakukan pembangunan ini untuk meningkatkan sumber daya manusia. Salah satu capaian yang akan diwujudkan melalui proyek ini Untirta menjadi Pusat Unggulan Iptek Food Security. Hal itu sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat dan peningkatan daya saing bangsa. Perguruan tinggi perlu terus berupaya meningkatkan sinergi dengan pelaku industri dan masyarakat,” tuturnya.

Dalam bagian lain Menristekdikti mendukung terhadap rencana pendirian Fakultas Kedokteran Untirta. Ia mengatakan, untuk mewujudkan Fakultas Kedokteran syarat dan aturan dan melalui tahapan yang panjang salah satunya dari Kementerian Kesehatan, dari Ikatan Dokter Indonesia, Konsil kedokteran Indonesia, Asosiasi Pendidikan Kedokteran Indonesia, dalam hal ini yang mengatur tentang pendidikan Dokter.

“Bergantung persyaratan yang sudah terpenuhi oleh Untirta, cepat makin baik, kalau tidak akan ketinggalan. Saya sangat mendukung Untirta memliki Fakultas Kedokteran karena disini dibutuhkan untuk pendidikan dokter di Provinsi Banten. Di Banten belum ada perguruan tinggi yang memiliki Pendidikan Kedokteran,” katanya.

Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Sholeh Hidayat mengatakan, dalam rangka meningkatkan perluasan kesempatan belajar, mutu dan daya saing, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa membutuhkan suatu kawasan kampus yang luas dan representatif.

“Seiring dengan perkembangan mahasiswa, layanan akademik dan nonakademik yang semakin meningkat, kampus induk di Pakupatan yang hanya 2,7 hektare sudah tidak lagi memadai,” ujarnya.

Dia menuturkan, pada 2016 telah ditetapkan pendanaan pembangunan kampus baru Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dibiayai oleh Islamic Development Bank (IDB) dengan total biaya proyek sebesar 56,9 juta dolar AS atau kurang lebih Rp 825 miliar. Komponen pembiayaan proyek itu terdiri dari tiga sumber, yaitu pinjaman IDB, RMP dan PNBP.

Pembiayaan IDB mencakup hard program berupa pembangunan infrastruktur dan bangunan kampus baru Untirta yang terdiri dari 11 gedung di atas lahan seluas 12 hektare di Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten.

Di kawasan kampus itu akan dibangun replika Menara Banten setinggi 62 meter. Pembangunan kampus baru terpadu Untirta merupakan salah satu dari proyek 4 in 1 yang memperoleh pendanaan dari pinjaman IDB. Tujuan utama proyek “4 in 1” adalah tersedianya sarana dan prasarana di Untirta dalam rangka perluasan akses meningkatkan mutu pendidikan serta terbentuknya pusat unggulan ilmu pengetahuan dan teknologi ketahanan pangan di Untirta dalam rangka mewujudkan pertanian berkelanjutan yang terintegrasi dan peningkatan kesejahteraan petani serta meningkatnya indeks daya saing.

Sementara “soft program” berupa pengembangan kurikulum, hibah penelitian, konsorsium riset, pengiriman dosen studi S3, pelatihan non degree, inbound mobility, program transfer kredit dan akreditasi institusi. (DE/Ant/MH)*


Sekilas Info

Panggung Budaya, Rektor Untirta Baca Puisi Sultan Ageng Tirtayasa

SERANG, (KB).- Rektor Untirta Prof. Dr.Sholeh Hidayat, M.Pd, turut berpartisipasi pada acara Panggung Budaya memperingati Hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *