Menjelang Pra-PON dan PON XX Papua, KONI Banten Siapkan Kerja Sama Lembaga

SERANG, (KB).- Komite Olah raga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Banten menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi babak prakualifikasi dan PON XX Papua. Salah satunya membuka kemungkinan kerja sama antarlembaga, sebagai bentuk persiapan moril, fasilitas, sarana dan prasarana.

Hal itu terungkap dalam sosialisasi yang digelar KONI Banten dengan anggota, yang diselenggarakan di Aula KONI Banten, Selasa (9/7/2019). Diketahui, kegiatan tersebut dihadiri oleh semua cabor yang di bawah naungan KONI Banten.

Ketua Bidang Kerja sama Kesejahteraan Pelaku Olah Raga (Jahpelor) KONI Banten Ajat Sudrajat mengatakan, acara tersebut sebagai bentuk persiapan baik secara moril, fasilitas, sarana dan prasarana. Nantinya hal itu diperuntukkan kepada atlet di masing-masing cabor dalam menghadapi Pra-PON dan PON.

“Karena ini event yang sangat besar, maka untuk persiapan kami akan membangun kerja sama hubungan antar lembaga atau instansi negeri maupun swasta di luar. Agar atlet dapat bertanding dengan maksimal, tak ada kendala dalam hal teknis sekecil apapun. Sehingga atlet tak ada lagi berpikir hal-hal diluar pertandingan, fokus hanya bertanding saja, dan memakai potensi secara maksimal harus dikerahkan,” ucapnya.

Dalam acara tersebut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Banten itu menyampaikan, pihaknya menerima usulan dan masukan terkait apapun bentuk kerja sama yang diinginkan dari masing-masing cabor.

“Kami juga menerima masukan, tapi tidak diharuskan apalagi mewajibkan. Hanya saja ditakutkan ada yang ingin disampaikan dalam bentuk kerja sama dalam menyambut Pra-PON dan PON ini,” ucapnya kepada Kabar Banten.

Ajat mengatakan, pihaknya sudah merapikan dan membentuk kerja sama terhadap beberapa instansi swasta. Demi menjalin hubungan yang erat untuk memfasilitasi beberapa kebutuhan atlet di semua cabor.

“Sudah ada beberapa list nama instansi yang kami jalin, seperti di bidang maskapai kami sudah ada pembicaraan awal dengan sedikit kesepakatan. Agar nanti kami semua dapat berangkat secara bersamaan di satu gerbong dalam satu pesawat, dan masih ada beberapa lagi di bidang transportasi fasilitator dan lainnya,” tuturnya.

Dengan dibentuknya kerja sama kepada sejumlah instansi, Ajat berharap dapat membangun sinergi yang baik antaratlet, ofisial, pembina, pelatih dan pengurus KONI di tingkat kota, kabupaten dan provinsi.

“Semangat mereka sangat tinggi dan luar biasa, jadi kami tidak mau menyia-nyiakannya. Apalagi dengan target keinginan Pak Gubernur minimal mendapatkan masuk dalam sepuluh besar, dan tak ada cabor satupun yang didiskriminalkan. Tapi semuanya diandalkan dengan sangat baik, mudah-mudahan tercapai,” ujarnya.

Di ruangan yang sama, Ketua umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo melihat antusias cabor sangat semangat dan baik. Sehingga itu bisa memicu KONI Banten khususnya bidang kerja sama jahpelor, agar terus mencari dan membangun hubungan dengan pihak luar sebagai fasilitator penunjang.

“Setelah melihat dan membaca laporan dari bidang kerja sama KONI Banten, saya memandang cukup bagus. Karena itu, semua membuat agar atlet tak usah memikirkan hal diluar selain bertanding di lapangan,” katanya. (Azzam/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here