Menjawab Marwah Pesta Demokrasi

Ilma Fatwa, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pandeglang.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pandeglang Ilma Fatwa, mengajak semua pihak untuk menjaga marwah pesta demokrasi rakyat pemilihan kepala daerah (Pilkada) Pandeglang 2020. Dengan demikian, lanjut Ilma, Pilkada sebagai ajang demokrasi akan menghasilkan pemimpin Pandeglang yang berkualitas.

“Jangan nodai pesta demokrasi dengan narasi politik yang dapat membuat bingung masyarakat. Sebaliknya, kita harus berbesar hati untuk melaksanakan proses demokrasi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Ketua Pemuda Muhammadiyah Ilma Fatwa kepada Kabar Banten, Selasa (8/10/2019).

Selain itu, mantan aktivis Pandeglang ini meminta para elite poliitk untuk saling menahan diri. Namun demikian, dia pun tidak melarang jika ada individu atau elite politik mengidolakan figur bakal calon bupati secara profesional tanpa harus melakukan upaya propaganda politik yang tidak elok.

“Mengidolakan, mendulung bakal calon bupati sah-sah saja, namun jangan sampai membuat suasana keruh dalam Pilkada. Kami berharap Pilkada ini bisa berjalan aman, damai dan lancar, karena tidak sedikit biaya yang dikeluarkan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan pesta demokrasi ini,” ujarnya.

Sebagai putra daerah, Ilma juga berharap penyelenggara pemilu agar memaksimalkan sosialisasi pra Pilkada. Sebab, waktu pelaksanaan Pilkada hanya beberapa bulan lagi. “Iya, sesuai tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah akan dilaksanakan September 2020. Ini bukan waktu yang panjang, tapi terbilang sangat singkat bagi para bakal calon bupati untuk berkompetisi politik,” ujar Ilma.

Hal hampir senada dikatakan tokoh muda Pandeglang Selatan, Arif Ekek. Menurut Arif, para bakal calon bupati yang sudah melamar partai diharapkan bisa berkreasi melakukan proses pencitraan, pengenalan figur kepada masyarakat. Tetapi proses itu harus dilaksanakan secara elok dan memperhatikan rambu-rambu dan norma sosial.

“Saya kira semua kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada berkeinginan sama agar pesta demokrasi ini menghasilkan pemimpin terbaik dari yang baik. Semua itu bergantung dari masyarakat yang memiliki hak pilih. Saya harap Pilkada Pandeglang 2020 bisa menaikkan angka partisipasi pemilih, karena itu bisa melegitimasi seorang pemimpin atau kepala daerah terpilih secara berkualitas,” ujarnya.

Menanggapi soal banyak figur calon kepala daerah, lanjut Arif, hal itu telah diatur oleh undang-undang. Sebab, setiap warga negara berhak mencalonkan diri dalam Pilkada. Tetapi yang perlu diperhatikan, para calon dan elite politik agar menjaga nilai-nilai demokrasi ini dengan baik dan santun. “Saya berharap pesta demokrasi ini bisa berjalan damai dan mengasyikkan bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketika ditanya soal keberhasilan bupati dan wakil bupati Irna-Tano, lanjut Arif, pembangunannya berjalan normal.”Soal infrastruktur sudah mulai memasuki pelosok-pelosok seperti pembangunan di Rancapinang, Cigeulis dengan alokasi anggaran yang cukup. Alokasi anggaran infrastruktur masih menjadi prioritas. Jalan Rancapinang- Cimanggu Rp 6 miliar, Cigeulis Rp 12 miliar termasuk pembangunan jalan di Kecamatan Sumur,” tutur Arif. (Endang Mulyana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here