Senin, 18 Februari 2019

Menjaga Ketersediaan Pangan Melalui Program Demapan

SEBAGAI negara agraris, Indonesia menempatkan pertanian sebagai sektor sentral yang didukung oleh tersebarnya sebagian besar penduduk Indonesia yang hidup sebagai petani dan tinggal di perdesaan. Dengan kondisi itu, seharusnya ketersediaan pangan yang menjadi salah satu syarat kesejahteraan masyarakat tidaklah terlalu merisaukan pemerintah. Namun akibat adanya berbagai permasalahan dan kendala di lapangan, ketersediaan pangan bagi masyarakat masih saja menjadi pekerjaan rumah yang terus mengganggu.

Berbagai upaya telah dan harus terus dilakukan guna meningkatkan ketersediaan pangan di suatu daerah, termasuk bagi pemerintah desa. Salah satu upaya yang telah dan akan terus dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, Pemkab Lebak melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak, sejak 2017 melakukan program Desa Mandiri Pangan (Demapan), melalui pemanfaatan taman pekarangan agar mampu mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat desa dalam pengembangan usaha produktif berbasis sumber daya lokal, peningkatan ketersediaan pangan, peningkatan daya beli dan akses pangan rumah tangga. Sehingga dapat memenuhi kecukupan gizi rumah tangga,yang akhirnya berdampak terhadap penurunan kerawanan pangan dan gizi masyarakat miskin di perdesaan.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar mengatakan, program DMP telah berjalan sejak 2017. Namun sebelum program DMP dilaksanakan, pihaknya terlebih dahulu melakukan sosialisasi dan pelatihannya kepada masyarakat di desa yang mendapatkan program DMP.

Setelah dilakukan sosialisasi dan pelatihannya, Dinas Ketahanan Pangan telah memberikan bantuan berupa tanaman seperti cabai, tomat, terong serta ikan lele dan ayam yang bisa dibudidayakan di lahan pekarangan. “Tujuan dilakukannya program DMP ini, untuk meringankan beban kebutuhan bagi masyarakat. Misalnya kebutuhan terhadap cabai dan bumbu-bumbuan, serta ikan lele maupun daging ayam,” ujar Rahmat Yuniar, Senin (20/8/2018).

Menurut Rahmat, pada tahun 2017 DMP telah dilaksanakan di Desa Anggalan, Kecamatan Cikulur. Sedangkan di tahun ini, di Desa Kalanganyar, Kecamatan Kalanganyar, serta didua desa yang belum kami tentukan. “Kami akan terus melakukan pembinaannya agar program DMP yang telah berjalan bisa menjadi DMP unggulan dan bisa memberikan contoh positif bagi desa lain. Sasarannya adalah para penduduk di perdesaan yang memiliki lahan pekarangan yang selama ini tidak dimanfaatkan,” tutur Rahmat.

Kepala Seksi Keanekaragaman Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak, Luli Agustina mengatakan, program DMP ini bisa dimanfaatkan kaum ibu yang setiap hari hanya beraktivitas di rumah. “Kami optimistis jika program DMP ini akan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Luli Agistina. (Lugay/TS)*


Sekilas Info

Penerima Kompensasi Lahan SUTT Resah

LEBAK, (KB).- Sejumlah warga penerima kompensasi lahan jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *