Menjaga Kerukunan Antar-Umat Beragama Melalui Dialog

RUTINITAS dialog yang dilakukan pemuka agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama Majelis Ulama Indonesia, dan pemerintah menjadi salah satu kunci dalam menjaga kondusivitas wilayah yang dihuni oleh masyarakat dengan keberagaman agama dan suku.

Sejumlah peristiwa persekusi disejumlah tempat terhadap orang tak dikenal yang diduga mengindap kelainan jiwa, bukan diakibatkan oleh adanya sentimen SARA. Namun, lebih diakibatkan oleh gencarnya pemberitaan yang bersifat hasutan (hoax) yang sengaja disebarluaskan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab.

”Kami mengapresiasi kerukunan antaragama di Banten sangat kondusif yang selama ini tak pernah terjadi adanya gesekan antara umat beragama. Terus terjaganya kondusivitas itu tak lepas dari peran semua pihak mulai dari pemerintah, para pemuka agama serta tokoh masyarakat dan komponen masyarakat yang secara konsisten menjaga dan memelihara kerukunan yang sudah terjalin selama ini,” kata Sekretaris Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Banten, Muhammad, Kamis (8/3/2018).

Tingginya toleransi antarumat beragama di Banten selama ini, ujar Husen, tak lepas dari peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banten secara intensif menjalin komunikasi baik antara para pemuka agama, maupun antara pemuka agama dengan para penganut agamanya masing-masing.

”Pemupukan nilai-niai tolerasi merupakan upaya yang sangat baik an tepat dalam menjaga kondusivitas wilayah dan mencegah terjadi perpecahan. Karena pada prisipnya, semua agama yang dianut masyarakat mencintai kedamaian. Kami terus mendorong agar pemerintah dan FKUB terus meningkatkan kebersamaan juga pembinaan secara intensif guna menjaga kedamaian antaragama,” ujar Husen yang merupakan anggota DPRD Lebak itu.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lebak, KH. Baijuri mengatakan, selama ini tidak pernah terjadi permasalahan yang berkaitan dengan perbedaan keyakinan yang dianut masyarakat.

”Sikap toleransi itu dapat dibuktikan jika umat Nasrani merayakan Natal maka umat Muslim melakukan pengamanan gereja maupun mengatur lalu lintas. Begitu juga sebaliknya, jika umat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, mereka saling menghargai dengan tidak makan dan minum di tempat umum.Toleransi antaragama sangat damai dan indah,” ucap KH. Baijuri.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lebak Encep Safrudin Muhyi mengatakan, hubungan kerukunan umat beragama yang sudah terjalin dengan sangat baik selama ini harus terus dijaga dan dipertahankan. “Kami secara rutin melakukan komunikasi dengan para pemuka agama dan melakukan pembinaan pada masyarakat agar harmonisasi antarumat beragama terjalin dengan baik,” katanya. (Nana Djumhana)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here