Rabu, 20 Juni 2018
Sebuah mobil terparkir di depan penjual produk lokal di kawasan Kemang, Kota Serang. Di kawasan itu dikenal sebagai pusat oleh-oleh khas Banten yang masih bertahan.*

Menjaga Eksistensi Produk Lokal di Pinggiran Jalan

Globalisasi telah memberikan dampak bagi terciptanya iklim perekonomian nasional yang juga berimbas pada ekonomi lokal. Era desentralisasi yang menuntut kemandirian daerah, telah mendorong lahirnya potensi-potensi lokal yang mampu memanfaatkan peluang globalisasi untuk menunjukkan cita rasa.

Namun, pengembangan ekonomi lokal tidak terlepas dari peran masyarakat yang ingin memaksimalkan potensi lokalnya. Salah satunya, menjaga eksistensi produk lokal meski hanya di pinggiran jalan seperti yang dilakukan sejumlah pedagang oleh-oleh khas Banten di sekitar kawasan Kemang menuju pintu tol Serang Timur.

Kawasan itu sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat produk lokal. Dengan mendirikan warung yang berjejer, para pedagang oleh-oleh di kawasan tersebut konsisten menjaga eksistensi produk lokal, meski hanya di pinggir jalan. Deretan pedagang tersebut tergolong cukup konsisten terhadap brand khas Banten, terlihat dari beberapa produk yang dijajakan.

Seorang pedagang, Ipul mengatakan, dirinya bangga dengan beberapa produk lokal dari beberapa daerah di Banten. “Bukan oleh-oleh khas Banten apabila produk yang dijual di ambil dari daerah lain. Meskipun harus mengambil barang dari daerah Labuan, demi menjaga nama brand khas Banten. Tapi ada juga produk yang datang dari daerah lain, seperti kerupuk kemplang Lampung dan keripik pisang khas Lampung,” tuturnya kepada Kabar Banten, Senin (5/2/2018).

Para pedagang aneka oleh-oleh tersebut memasok dari para penggiat industri rumahan. Misalnya emping Menes dan emping Labuan. Aneka jajanan tersebut tetap menjadi ciri khas tersendiri. Oleh karena itu, mereka tetap mempertahankan produk yang ada di Banten.

Seorang pembeli dari luar daerah, Ina mengaku, dirinya sering membeli aneka makanan khas Banten untuk keperluan cemilan semata atau untuk acara. ”Kalau lewat sini, saya suka mampir. Hanya sekadar membeli makanan untuk di perjalanan, juga dibawa pulang untuk oleh-oleh,” katanya.

Belakangan ini, penjualan dan pemasaran sedikit berkurang. Sebab, belum banyak orang yang dari daerah lain berkunjung. Meski sepi pembeli, para pedagang tidak berputus asa menjajakan oleh-oleh khas Banten dengan cara memberikan penawaran bersedia stok barang untuk acara. (Ade Taufik/Job)***


Sekilas Info

Berburu Uang Receh untuk Lebaran

MEMBERIKAN sedekah uang persenan (angpau) untuk kerabat, teman dan tetangga seakan sudah menjadi tradisi saat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *