Meningkatkan Kualitas Penerapan e-Maqra pada MTQ atau STQH

Subdit Lembaga Tilawah Musabaqah Alqur’an dan Alhadist Direktorat Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI mengadakan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) e-Maqra di Hotel Ratu Kota Serang 21-23 April 2019.

Bimtek diikuti peserta yakni para tenaga operator yang ada di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Banten dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Banten.

Bimtek menghadirkan narasumber yakni Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof. Dr. H. Muhamadiyah Amin, MA, Direktur Penerangan Agama Islam Dr. H. Juraidi, MA, Kasubdit MTQ dan Hadits H. Dasma, S.Ag. MM, dan Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Banten Drs. H. Ubik Baehaqie, M.Si.

Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof. Dr. H. Muhamadiyah Amin, MA mengatakan disamping Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kementerian Agama dan Stake Holders yang lain telah bertahun-tahun menyelenggarakan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Al Hadits (STQH) secara berjenjang.

“Respon masyarakat dan pemerintah dalam melaksanakan event musabaqah Alqur’an ini menunjukkan perkembangan dan peningkatan secara signifikan. Hal ini dapat dibuktikan dengan terus bermunculan usulan penambahan cabang maupun golongan yang dimusabaqahkan dan juga semakin banyaknya jumlah peserta utusan daerah yang berpartisipasi,” katanya.

Ia menuturkan sejak MTQ Nasional I Tahun 1968 sampai saat ini cabang dan golongan yang dimusabaqahkan terus bertambah. Terlebih lagi, ucap dia, setelah dibentuknya Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) tahun 1977, MTQ diarahkan sebagai salah satu sarana untuk mewujudkan pengamalan Alqur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Oleh karena itu aspek-aspek yang mempunyai tujuan ke arah tersebut dimusabaqahkan dalam MTQ, seperti membaca, menghafal, menulis, memahami, menafsirkan dan menyampaikan tuntunan al Qur’an. Pelaksanaannya diwujudkan dalam cabang-cabang musabaqah, yaitu Tilawah al Qur’an, Qira’at al Qur’an, Hifzh al Qur’an, Tafsir al Qur’an, Fahm al Qur’an, Syarh al Qur’an, Khat al Qur’an dan Menulis Kandungan al Qur’an atau Musabaqah Ilmiyah al Qur’an,” katanya.

Menurut dia, salah satu instrumen yang cukup inovatif adalah telah diterapkannya penggunaan aplikasi e-maqra. Aplikasi ini, kata dia, digunakan sebagai media berbasis aplikasi offline dalam pengambilan paket maqra oleh para peserta pada saat berlangsungnya musabaqah, sistem maqra tidak lagi menggunakan lembar kertas, tetapi telah didigitalisasi menjadi maqra paperless sehingga dapat digunakan lebih akuntabel, efektif dan efesien.

“Konten dalam aplikasi e-Maqra merupakan hasil digitalisasi dari bahan Paket Soal/Maqra yang disusun oleh Tim Penyusun yang ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Bimas Islam yang mempunyai tugas menyusun soal-soal yang bobotnya seimbang sesuai dengan ketentuan Pokok MTQ/STQH dan Pedoman Musabaqah Al Qur’an,” tuturnya.

Dalam penerapan aplikasi e-Maqra, kata Muhammadiyah Amin, dibutuhkan keahlian dalam mengoperasikan aplikasi tersebut, untuk itu diperlukan adanya bimbingan teknis terkait tata cara pengoperasian aplikasi e-Maqra.

Direktur Penerangan Agama Islam Dr. H. Juraidi, MA mengatakan tujuan Bimtek e-Maqra ini dalam upaya menyamakan persepsi dan pemahaman tentang ketentuan pokok yang akan dimusabaqahkan dalam MTQ/STQH, sosialisasi tentang Pedoman Musabaqah al Qur’an dan Al Hadits edisi revisi, menyiapkan Tenaga Operator aplikasi e-Maqra Tahun 2019.

“Kami berharap dari bimtek ini kualitas penerapan aplikasi e-Maqra pada MTQ/STQH makin meningkat. Selain juga peningkatan profesionalisme Tenaga Operator e-Maqra, dan peningkatkan kualitas Maqra dan paket soal melalui sistem aplikasi,” katanya.

Dari sisi kuantitas, kata dia, diharapkan adanya peningkatan jumlah operator e-Maqra profesional, penurunan jumlah kesalahan pengoperasian e-Maqra dan peningkatana kesadaran pengoperasian e- Maqra.

Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Banten Drs. H. Ubik Baehaqie, M.Si menyambut baik adanya Bimtek e-Maqra ini. “Alhamdulillah Banten salah satu yang menjadi perhatian. Oleh karena itu, bimtek ini harus dimanfaatkan secara optimal,” kata Ubiq.(KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here