Menikmati Keindahan Curug Sewu di Musim Kemarau

KABUPATEN Lebak memiliki topografi berupa pantai, dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian wilayah antara 0-1.929 meter di atas permukaan air laut.

Di wilayah bertopografi perbukitan terdapat sejumlah potensi wisata alam, khususnya wisata air terjun (curug) yang tersebar merata di hampir seluruh wilayah kecamatan, termasuk di wilayah Kabupaten Lebak bagian Selatan.

Salah satu wilayah kecamatan yang dianugerahi potensi wisata alam adalah Kecamatan Gunungkencana. Salah satu potensi wisata alam yang sangat menjanjikan untuk pengembangan wisata adalah wisata air terjun atau curug.

Selain Curug Munding yang sudah tertata serta Curug Cisata, di wilayah kecamatan yang memiliki ketinggian 170 Mdpl terdapat pula sebuah potensi wisata curug yang cukup tersembunyi yang oleh warga setempat dinamakan Curug Sewu.

Penamaan Curug Sewu mungkin karena curahan air yang jatuh di lokasi itu tersebar pada sejumlah lereng terjal, terutama saat musim penghujan saat debit air melimpah. Titik- titik atau pusat curahan air akan berkurang sesuai dengan debit air yang memasok atau mengaliri curug itu.

Meskipun saat ini sudah memasuki musim kemarau, keindahan alam di Curug Sewu tak berkurang seperti cerita rekan-rekan dari Komunitas Jalan Satapak Adventure yang sangaja mendatangi curug itu beberapa waktu.

Sebagai gambaran pesona keindahan Curug Sewu di musim kemarau, Desi Rahmawati membagikan cerita perjalanan wisatanya untuk pembaca setia Harian Umum Kabar Banten. Berikut tulisan Desi yang kami sajikan secara utuh.

Halo sobat wisata. Ketemu lagi dengan kami dari Jalan Satapak Adventure. Pagi ini kami berwisata ke salah satu curug yang berlokasi di Kecamatan Gunungkencana. Mungkin namanya belum setenar Curug Munding ataupun Curug Sata.

Tapi soal keindahannya, curug ini tak kalah bagus dengan dua curug tadi. Curug ini bernama Curug Sewu berada di Kampung Pasir Kolecer, Desa Caringin, Gunungkencana yang berjarak sekitar 58 km dari pusat kota Rangkasbitung.

Tepat pukul 9 pagi kami berangkat dari Rangkasbitung dengan mengambil jalur Cileles-Gunungkencana, perjalanan tak selamanya mulus. Tepat di tengah perkebunan sawit ban motor salah satu tim bocor, sehingga perjalanan harus tertunda karena kami harus mencari tukang tambal ban.

Setelah sekitar 15 menit transit di tukang tambal ban, kami melanjutkan perjalanan. Sesampainya di Alun-alun Gunungkencana, kami berhenti sejenak memastikan rekan yang akan menemani.

Setelah bertemu dengan rekan yang merupakan warga setempat, kami melanjutkan perjalanan kembali. Patokan untuk menuju curug ini adalah landmark Curug Munding, hingga kebun karet, berbelok ke arah kanan.

Tak ada penanda atau patokan ke arah curug apalagi pagarnya dalam kondisi terkunci. Sehingga lokasi itu makin tak terlihat. Untung saja kami disertai orang lokal sehingga akhirnya kami bisa tiba di lokasi curug yang tersembunyi itu.

Motor berhenti dan saatnya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melewati areal persawahan, naik turun bukit, menyeberangi sungai dengan bebatuan besar, serta melipir jalur irigasi.

Setelah kurang lebih 20 menit perjalanan, akhirnya kami tiba di lokasi curug yang cukup indah itu. Karena kami datang saat musim kemarau, debit airnya sedikit sehingga curahan air yang biasanya terbagi pada sejumlah titik hanya tercurah pada beberapa titik tebing terjal saja. Namun biarpun airnya kecil tidak mengurangi keindahan Curug Sewu yang memiliki ketinggian tebing mencapai 50 m.

Sebelum berenang kita memutuskan untuk membuka bekal makanan seadanya, karena waktu sudah menunjukan jam makan siang. Alhamdulillah nikmat. Setelah bersantap siang di alam terbuka, kami berbasah-basahan di curug. Adeemm, airnya dingin banget.

Sekalipun tidak curahan air terjun saat itu tidak deras, tapi ini sudah mengobati kerinduan kami bermain dan menjelajahi curug. Kelak, saat musim penghujan kami akan kembali untuk menikmati keindahan curahan air yang terbagi rata pada tebing-tebing terjal di Curug Sewu. (Tono Soemarsono)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here