Mengunjungi Masjid Qisas, Lokasi Eksekusi Hukum Mati

Lokasi eksekusi hukuman mati di samping pelataran Masjid Qisas.*

Arab Saudi memiliki banyak masjid yang bersejarah yang dikunjungi jemaah haji usai melaksanakan ibadah haji. Salah satunya adalah masjid di Kota Jeddah, yakni Masjid Qisas. Konon, Masjid Qisas bernama Masjid Syeikh Ibrahim Al-Juffali. Biasanya jemaah haji berkunjung ke masjid untuk Salat Zuhur sebelum berkunjung ke Laut Merah.

Dikutip dari wikipedia, qisas adalah istilah dalam hukum Islam yang berarti pembalasan (memberi hukuman yang setimpal), mirip dengan pepatah “utang nyawa dibayar nyawa”. Dalam kasus pembunuhan, hukum qisas memberikan hak kepada keluarga korban untuk meminta hukuman mati kepada pembunuh.

Qisas berasal dari bahasa Arab dari kata qishaas yang berarti mencari jejak seperti al-Qashâsh. Sedangkan dalam istilah hukum Islam berarti pelaku kejahatan dibalas seperti perbuatannya, apabila membunuh maka dibalas dengan dibunuh dan jika memotong anggota tubuh maka dipotong juga anggota tubuhnya.

Sedangkan Syaikh Prof.Dr. Shâlih bin Fauzân mendefinisikannya dengan: ‘al-Qishâsh adalah perbuatan (pembalasan) korban atau walinya terhadap pelaku kejahatan sama atau seperti perbuatan pelaku tadi.

Lokasi Masjid Qisas terletak di Balad, Jeddah atau berhadapan langsung dengan Departemen Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi. Lokasi persisnya tepat di antara Jalan Bagdadiyah, Jalan Syeikh Al Juffali, dan Jalan Madinah. Saat berkunjung ke Masjid Qisas, jemaah haji Banten tidak merasakan keangkeran tempat eksekusi hukum pancung tersebut.

Para jemaah haji berfoto saat berkunjung ke Masjid Qisas.*

Sebelum ke lokasi hukum pancung, rombongan langsung ke Masjid Qisas untuk melaksanakan Salat Zuhur. Baru setelah itu, jemaah bersama-sama ke lokasi hukuman pancung yang berada di depan pelataran masjid.

Lokasi hukuman pancung hanya berukuran 5×5 meter dengan lantai keramik biasa. Di tempat itu, jika hari biasa, ditempati pedagang yang sebagian berasal dari Indonesia. Mereka menjajakkan dagangannya seperti bakso, karedok, bakwan, dan es campur. Tidak tampak lagi nuansa seram atau angker dari lokasi eksekusi tersebut karena ramai oleh pedagang.

Ketua rombongan jemaah haji dari Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Narjih mengatakan, lokasi hukuman pancung dilaksanakan setiap hari Jumat. “Sebelum dieksekusi hukuman pancung, terpidana mati terlebih dahulu ditawafkalan di Masjidil Haram,” kata Narjih.

Ia menuturkan, lokasi hukuman mati hanya digunakan untuk terpidana yang ada di Kota Jeddah. Ia mengatakan, kunjungan ke Masjid Qisas merupakan agenda biasa jemaah haji. “Masjid Qisas salah satu tujuan kunjungan jemaah haji selain Laut Merah. Diharapkan mengetahui tentang tempat bersejarah di Arab Saudi,” katanya. (Maksuni Husen)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here