Menguat, Pasar Induk Rau Dipindah ke Walantaka

Bangunan Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang.*

SERANG, (KB).- Wacana pemindahan Pasar Induk Rau (PIR) ke Teritih, Kecamatan Walantaka, semakin menguat. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang, akan menganggarkan Feasibility Study (FS) atau uji kelayalan pada APBD 2020.

Kepala Bappeda Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, secara kebetulan wacana pemindahan di Teritih, Kecamatan Walantaka terdapat tanah bengkok milik Pemkot Serang. “Pak Wali dengan Pak Wakil punya wacana yang luar biasa, bagaimana nanti kita akan kaji membuat FS kajian pasar induk atau apapun nanti. Kebetulan, pemkot punya tanah bengkok di Teritih sekitar 3,5 hektare,” kata Nanang.

Menurutnya, alasan pemindahan PIR karena saat ini PIR bukan lagi menjadi pasar lokal masyarakat Kota Serang. Akan tetapi, sudah menjadi pasar lintas kabupaten/kota di Provinsi Banten. Selain kondisi PIR semakin kumuh, kemacetannya juga semakin krodit.

“Anggarannya apakah nanti dari pemerintah pusat, dari provinsi itu masalah lain. Atau pihak ketiga, bisa saja dikerjasamakan. Tapi intinya, ingin memindahkan masalah dari Pasar Rau. Sementara, transportasi segala macam sudah sangat krodit di sana dan tambah kumuh,” tuturnya.

Namun, ujar dia, lokasi pasti dan kebutuhan lahannya akan diketahui setelah kajian FS bersama DPRD Kota Serang dan Detail Enginering Design (DED) selesai. “Tapi ini baru wacana, dan tentu saya sebagai bawahannya harus menangkap itu dengan baik,” ujarnya.

Secara terpisah, anggota DPRD Kota Serang Roni Alfanto belum mengetahui terkait wacana pemindahan PIR ke Teritih, Kecamatan Walantaka. Namun, pada prinsipnya ia sepakat jika memang layak untuk dipindahkan. “Kalau saya kan belum lihat konsepnya apakah di Teritih itu tepat atau tidak kemudian lahan yanh disiapkan berapa, nanti saya pelajari dulu ya, konsepnya seperti apa kalau memang layak kenapa tidak,” katanya.

Namun jika pemindahan ke Teritih dinilai belum pas, maka DPRD akan memberi masukan lain ke Pemkot Serang. Saat ini, belum ada konsep yang diterima DPRD terkait wacana itu. “Nanti kita tanya ke OPD-nya langsung. APBD 2020 kan kami belum bahas. Mungkin saja nanti TAPD mengajukan, kami bahas,” ujarnya.

Dukung bentuk pansus

Sementara itu, Wali Kota Serang Syafrudin menyatakan sepakat dan sangat mendukung rencana DPRD untuk membuat panitia khusus (pansus) pengelolaan PIR. Terlebih, pengelola saat ini sudah tiga kali menjadi temuan BPK.

“Itu saya kira saya juga mendukung membentuk pansus, khususnya untuk pengelolaan Pasar Rau. Sebab, ini sudah temuan BPK tiga tahun berturut-turut. Kemudian, Pemerintah Kota Serang kalau membiarkan, ini juga jadi temuan BPK. Bahwa Pemkot Serang tidak punya niat baik untuk menyelesaikan,” kata Syafrudin.

Jika eksekutif dan legislatif bisa sejalan dan memiliki tujuan yang sama, menurut dia, akan mempercepat pembangunan Kota Serang dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Terkait pengelola, itu nanti setelah kami adakan pansus. Hasilnya seperti apa, dan bagaimana pendapat semua pihak, ada kemungkinan diganti dan dilanjutkan,” ujarnya. (Masykur/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here