Menggenjot Pendapatan Pajak Kendaraan

PERPAJAKAN merupakan sektor penerimaan negara yang dinamis sejalan dengan perkembangan dan pertumbuhan sosial ekonominya. Peran sektor perpajakan ini semakin penting artinya bagi pembangunan negara dan daerah. Salah satu sumber penghasilan negara melalui sektor pajak adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), termasuk kendaraan dinas sesuai amanat Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.

Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Banten Unit Pelaksana Teknis (UPT) Cabang Rangkasbitung menggenjot pendapatan wajib pajak kendaraan bermotor (PKB) dan air permukaan. Kepala Seksi Pendataan dan Penetapan DPPKD UPT Cabang Rangkasbitung Denny M Rachman mengatakan, pihaknya terus bekerja keras untuk menggenjot pendapatan wajib pajak kendaraan dan air permukaan.

Untuk menggenjot pendapatan pajak itu antara lain dengan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Di antaranya melaksanakan Samling atau Samsat keliling ke sejumlah lokasi dengan sistem menggunakan kendaraan dan pengoptimalan razia yang melibatkan kepolisian guna menjaring penunggak pajak kendaraan.

Selain itu, memaksimalkan penagihan bagi penunggak wajib pajak kendaraan dengan melakukan sistem door to door atau pintu ke pintu ke rumah alamat penunggak kendaraan. ā€¯Penagihan penunggak pajak ditargetkan 1.000 pemilik kendaraan dan nantinya dipetakan di daerah mana saja yang wilayahnya terbesar menunggak pajak kendaraan. Kami berharap tingkat kesadaran masyarakat meningkat untuk melunasi wajib pajak kendaraan maupun air permukaan,” kata Dani M. Rachman, Kamis (15/3/2018).

Menurut dia, pihaknya tahun 2018 ditargetkan pendapatan pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) dan air pemukaan mencapai Rp 88.085.084.115. Pihaknya optimistis target sebesar itu bisa tercapai dengan mengoptimalkan pelayanan itu.

Hal tersebut juga terbukti realisasi target pendapatan triwulan pertama terealisasi 20,32 persen atau Rp 17.902.426.788. Sedangkan kendaraan roda dua maupun roda empat yang aktif melunasi pajak kendaraan sebanyak 85.937 unit. “Kami mendorong masyarakat dapat melunasi wajib pajak kendaraan dan air permukaan guna menunjang percepatan pembangunan,” ujarnya.

Kepala DPPKD Banten Nandy S Mulya mengatakan, selama ini PKB merupakan penyumbang terbesar dalam struktur pendapatan pajak daerah di Provinsi Banten. Namun, tidak sedikit pula wajib pajak yang menunggak sehingga potensi pendapatan yang seharusnya lebih besar tidak masuk karena wajib pajaknya menunggak. “Kami berkomitmen akan mengejar para penunggak pajak untuk meningkatkan pendapatan PKB, BBNKB dan air permukaan,” tuturnya. (Nana Djumhana)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here