Jumat, 25 Mei 2018

Menggapai Prestasi Desa dengan Tanaman Pekarangan

Tim penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) Kabupaten Lebak melakukan monitoring dan evaluasi kepada sejumlah desa yang akan mewakili kecamatannya untuk mengikuti lomba desa ke tingkat kabupaten. Kegiatan ini juga sekaligus untuk memastikan keberdayaan 10 program pokok PKK dapat berjalan sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Kegiatan hari ini salah satunya adalah untuk melakukan penilai kepada desa dalam mengikuti lomba pemanfaatan pekarangan disetiap lingkungan masyarakat termasuk juga melakukan penilaian administarsi terhadap pengelolaan PKK yang ada di desa,” kata Ketua PKK kabupaten Lebak, Ani Ade Sumardi kepada Kabar Banten, Senin (6/11/2017).

Dikatakan Ani Sumardi, lomba yang diikuti tiap desa ini adalah perwakilan dari setiap kecamatan dalam mengikuti lomba desa ke tingkat kabupaten yang penilaiannya melibatkan OPD sesuai dengan bidangnnya. Adapun untuk penilaian dalam pemanfaatan pekarangan itu dilakukan oleh tim PKK kabupaten termasuk administrasinya. Indikator penilaiannya berupa jenis tanaman, ruang pemanfaatan pekarangan kemudian hasil tanamannya.

“PKK memiliki 10 program dan dibagi menjadi 4 pokja, dan hari ini merupakan kegiatan dari pokja 3 yaitu pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga. Untuk memastikan bagaimana potensi yang ada disetiap desa ini mampu dikelola dengan baik dalam memanfaatkan pekarangan rumah atau malah sebaliknya. Ternyata luar biasa masyarakat Lebak ini sudah banyak yang memanfaatkan pekarangan dengan menanam jenis sayuran dan ubi-ubian,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Kepala Desa Wanasalam, Roheti, SH. Menurutnya, untuk Desa Wanasalam, lomba desa tahun ini merupakan yang kedua kalinya. Saat ini merupakan bagian dari lomba desa di bidang pemanfaatan pekarangan. ”Wanasalam merupakan daerah yang terbilang subur dan memiliki kemauan dalam melakukan pemanfaatan pekarangan untuk ditanami sayuran dan ubi-ubian. Tidak hanya pekarangan desa yang ditanami, masyarakat juga sekarang ini bisa dilihat disetiap pekarangan rumahnya itu ditanami cabai, tomat, singkong, jagung bahkan termasuk melinjo,” ucap Roheti.

Dikatakan Roheti, masyarakat Desa Wanasalam yang merupakan bermata pencaharian sebagai petani sudah selayaknya memanfaatkan itu tidak musiman namun benar-benar dijadikan kebutuhan sehingga dalam keperluan sehari-hari untuk pemenuhan kebutuhan dalam rumah tangga tidak membeli.
Sekretaris Kecamatan Wanasalam, Cece Saputara mengatakan, ada dua desa di Kecamatan Wanasalam yang akan mengikuti lomba desa tingkat kabupaten, yaitu Desa Bejod dan Desa Wanasalam yang telah dianggap layak dalam mengikuti penilaian lomba desa.

Karena, selain berhasil dalam pengelolaan pelayanan bidang pemerintahan baik secara administrasi maupun pembangunan fisik kedua desa tersebut merupakan desa yang paling representatif di antara desa lainnya. “Tahun 2017 ini dari 13 desa 2 desa di antaranya menjadi perwakilan untuk mengikuti lomba desa yang penilaiannya meliputi pengelolaan tata kelola pemerintahan seperti peningkatan pelayanan terhadap masyarakat tertib dalam bidang adaministrasi kemudian di dua desa ini pula geliat pembangunan fisiknya juga percepatan pembangunan secara kasat mata lebih maju,” tutur Cece.

Dikatakan Cece, dalam lomba desa tahun ini seluruh stakeholder yang ada digali potensinya berdasarkan perkembangan pemberdayaan masyarakat dengan bidangnya masing-masing. Tidak hanya persoalan kemampuan administrasi, pelayanan, pembangunan tetapi secara ekonomi baik itu hasil pertaniannya, hasil kerajinannya, sosial budaya juga merupakan bagian yang tidak bisa terlepas dari penilaian ini. (Dini Hidayat)***


Sekilas Info

Berburu Takjil di Pusat Kuliner Ramadan Rangkasbitung

ANEKA jenis makanan ringan seolah telah menjadi keharusan bagi sebagian umat Islam dalam mengawali berbuka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *