Minggu, 18 November 2018

Mengentaskan Kemiskinan Melalui Kampung KB

SEJAK tahun 2016, Pemkab Lebak melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Lebak, kini telah mencanangkan dan menetapkan sejumlah Kampung Keluarga Berkualitas (KB) yang tersebar di 23 kecamatan.

Penetapan Kampung KB itu bertujuan untuk meningkatkan akses pelayanan bagi desa tertinggal, desa jauh, desa di perbatasan dan desa wilayah pantai di Lebak, dengan maksud agar pengentasan kemiskinan masyarakatnya mampu dipercepat. Kampung KB merupakan satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan program KKBPK yang dilakukan secara sistemik dan sistematis.

Sampai tahun 2018 ini, Kabupaten Lebak telah membentuk 82 Kampung KB dengan fokus desa tertinggal, dan pada tahun yang sama Desa Maja meraih gelar juara ketiga terbaik tingkat Provinsi Banten. Untuk menyinergikan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), DP2KBP3A menggelar rapat koordinasi dan evaluasi Kampung KB Kabupaten Lebak, Kamis (18/10/2018).

Rapat koordinasi yang digelar di Gedung PKK Kabupaten Lebak ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Kepala Dinas DP2KBP3A, Tim Pokja Kampung KB tingkat Kabupaten Lebak dan tingkat desa, Koordinator penyuluh PLKB, Pos KB dan Sub pos KB Desa.

Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Aan Jumhana Mulyana menyampaikan, program ini perlu mendapat perhatian yang sama dan terintegrasi dari berbagai pihak. Sehingga program Kampung KB tidak dipandang sebagai Kampung BKKBN. Namun, Kampung KB sebagai lokus program yang terintegrasi dari berbagai sektor bisa menjadi solusi dalam menyukseskan program Lebak Sehat, Lebak Cerdas dan Lebak Sejahtera.

”Kampung KB ini bisa menjadi solusi mengurai permasalahan dari bawah, maka perlu adanya koordinasi dan kerja sama dengan seluruh sektor untuk melahirkan program yang pro rakyat,” kata Aan.

Sebelum membuka rakor secara resmi, Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak Dede Jaelani mengatakan, program Kampung KB merupakan program multi sektoral yang dapat menjadi ujung tombak 3 program utama Bupati Kabupaten Lebak yaitu Lebak Sehat, Lebak Cerdas dan Lebak Sejahtera.

Dede Jaelani menjelaskan, Kampung KB adalah kampung keluarga berkualitas yang merupakan pembangunan dan pelayanan publik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga seluruh aspek khususnya tim pokja Kampung KB, para PLKB, Pos KB Desa di Kabupaten Lebak.

”Selain itu, Kampung KB juga bisa bersinergi dalam pelaksanaan program kegiatan terhadap upaya percepatan pengentasan kemiskinan desa tertinggal yang jumlahnya sebanyak 201 dan pelayanan lainnya. Sehingga capaian target kinerja program KB mencapai sasaran yang diharapkan,” ujar Sekda.

Sekda menjelaskan, ada tiga unsur yang berperan optimal dalam melaksanakan yaitu pemkab, pihak swasta dan masyarakat. Dengan kata lain, Kampung KB tak hanya berbicara soal membatasi ledakan penduduk, tapi juga memberdayakan potensi masyarakat agar berperan nyata dalam pembangunan.

“Saya yakin jika tiga unsur ini bekerja sama dengan baik dan berperan serta bertanggung jawab sesuai tupoksinya, maka program Kampung KB ini dapat mencapai sasaran yang diharapkan,” ucapnya.

Kepala DP2KBP3A Lebak, Tajudin mengatakan, penetapan Kampung KB berdasarkan dari Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, sebagai tindak lanjut surat edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 440/70/SJ/2016 tentang Instruksi Pencanangan dan Pembentukan Kampung KB. (Nana Djumhana)*


Sekilas Info

Truk Pengangkut Pasir Basah Kembali Berulah

LEBAK, (KB).- Sejumlah warga yang berada di ruas jalan Rangkasbitung-Cimarga, mengeluhkan dimulainya kembali aktivitas kendaraan truk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *