Mengangkat Derajat Petani dengan Rehab Irigasi

KETERSEDIAAN air menjadi kunci utama berhasil tidaknya kerja keras patani dalam mengolah lahan pertaniannya. Selain ketersediaan, prasarana pengaturan air seperti halnya bangunan irigasi juga sangat diperlukan untuk memastikan air yang tersedia mengalir lancar pada setiap lahan pertanian yang dilaluinya. Sejalan dengan prinsip itu, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) mengapresiasi pembangunan saluran irigasi Cikamunding I Kecamatan Cilograng. Saluran irigasi yang saat ini dibangun tersebut merupakan program rehabilitasi irigasi saluran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten sebesar Rp 2 miliar.

Pekerjaan yang sudah berjalan satu bulan ini progresnya diperkirakan baru mencapai 50% dimana sebelumnya saluran yang mengairi ribuan lahan milik petani di dua desa antara Desa Cikamunding dan Desa Girimukti kondisinya sudah memprihatinkan. Banyak saluran dindingnya yang sudah ambrol serta bagian lantai banyak yang rusak. “Kami sebagai warga tentunya merasa bangga dengan diperbaikinya saluran ini. Sebab, manfaatnya dalam penggunaan lahan pertanian debit airnya sangat tinggi dan bisa digunakan untuk ladang dan pertanian. Apalagi di musim kemarau debit airnya juga selalu besar,” kata salah seorang petani sekaligus pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Girimukti, Pajuki, kepada Kabar Banten, Ahad (13/8/2017).

Dikatakan Pajuki, selama ini saluran irigasi Cikamunding I memang perlu perbaikan apalagi disaat kemarau para petani membutuhkan air, sekalipun dihulunya tinggi namun jika tidak diperbaiki saluran di hilir air tetap tersumbat. Namun dengan direhabnya saluran ini air mengalir normal. “Kalau sudah normal begini biasanya para petani dapat menanam padi setahun 2 kali bahkan 3 kali, karena pada musim kemarau petani tetap bisa beraktivitas,” ucapnya.

Salah seorang petani asal Desa Cikamunding, Rohidin mengatakan, saluran yang diperbaiki sepanjang 1.700 meter ini tentu akan banyak memberikan manfaat yang besar untuk petani. Sebab secara ekonomi sudah mengangkat dan menambah pendapatan ketika panen. “Yang sudah-sudah jika air saluran berjalan normal, pendapatan petani sewaktu panen ada peningkatan, terlebih di musim kemarau petani tetap bisa menggarap sawahnya,” katanya.

Utamakan kualitas

Sementara itu salah seorang perwakilan pelaksana pekerjaan CV Khalid Karya Makmur, Alman kepada wartawan mengatakan, saluran yang dibangun di daerah irigasi Cikamunding ini merupakan program rehabilitasi. Namun demikian tetap sebagai pelaksana mengupayakan kualitas kekuatan dinding saluran dan lantai saluran. Karena, banyak sekali ditemukan kerusakan yang cukup parah hingga dinding saluran ambrol. “Untuk itulah kita berusaha bagaimana air tetap mengalir normal dan kualitas bangunan juga tahan.

Maka, salah satunya selain meninggikan dinding juga membuat galian untuk pondasi. Adapun ketinggian dinding itu 1 meter dan galian pondasi 30 cm. Tidak hanya memperbaiki saluran, kata Alaman, pembuatan tutup saluran irigasi juga dibuat dengan panjang 350 meter agar fungsi saluran tetap terjaga dari sampah dan kubangan lumpur dari atas. “Mudah-mudahan irigasi Cikamunding ini dapat bertahan lama. Sebab jika dilihat konstruksi itu sudah maksimal apalagi sekarang ini sudah menggunakan tutup saluran kecil kemungkinan untuk terjadinya longsoran dari atas. Sekalipun terjadi, kami berkeyakinan tidak akan terlalu mengganggu saluran air sebab tertahan tutup saluran,” tuturnya. (Dini Hidayat/KB)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here