Senin, 18 Februari 2019

Mengaktualisasikan Ajaran Alquran Melalui MTQ

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) atau lomba membaca Alquran dengan lagu yang selama ini sudah dikenal, memiliki makna sebagai upaya umat Islam dapat mengaplikasikan ajaran yang dikandung kitab suci itu dalam kehidupan sehari-hari. Serta memelihara silaturahim, persatuan dan persaudaraan serta mengedepankan kerukunan antarsesama. Dengan kata lain, MTQ merupakan salah satu sarana yang dapat membawa manfaat dan maslahat dalam upaya kita mengaktualisasikan ajaran Alquran.

Salah satu aktor yang paling menentukan dalam penyelenggaraan MTQ adalah Dewan Hakim dan Panitera yang merupakan figur yang terpercaya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang akan menetukan hasil dari pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

”Tentunya tidak mudah karena berkaitan dengan harapan berbagai pihak. Namun saya yakin dan percaya, sebagai sosok yang telah memiliki pengetahuan yang mapan di bidangnya, para dewan hakim akan melaksanakan tugas dan kewajiban secara profesional dan amanah,” kata Bupati Lebak, Hj. Iti Octavia Jayabaya pada Acara Pelantikan dan Orientasi Dewan Hakim MTQ XXXVII Tingkat Kabupaten Lebak Tahun 2018 di Aula Multatuli, Rangkabitung, Ahad (18/11/2018).

Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lebak secara penuh melimpahkan tugas dan tanggung jawab penilaian peserta MTQ ini kepada para dewan hakim tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.

”Dalam hal penilaian, dewan hakim harus cermat, jujur, benar dan objektif dalam menentukan nilai. Demikian juga panitera, harus independen dan bebas dari segala macam pengaruh, kepentingan dan godaan untuk berpihak dan tidak berlaku jujur,” ujar bupati.

Ditambahkan, untuk pelaksanaan MTQ kali ini, tidak ada lagi peserta yang berasal dari luar daerah. Untuk itu, pihaknya mengapresiasi langkah-langkah strategis yang dilakukan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Lebak dengan mengawali pendaftaran peserta MTQ online melalui penggunaan aplikasi e-MTQ.

Walaupun masih bertahap, dengan menggunakan rumusan batasan toleransi 50% warga Lebak, 30% warga Banten dan 20% boleh dari luar Provinsi Banten, meskipun konsekuensinya ada kecamatan yang tidak memiliki peserta pada beberapa cabang karena ditoleh oleh sistem e-MTQ tersebut.

Sementara Ketua LPTQ Kabupaten Lebak, KH. Pupuh Mahpudin mengatakan, para dewan hakim terus bekerja sama melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat. Selain itu, Pupu berharap dapat menemukan teknik-teknik baru, praktis dan lebih menarik untuk meningkatkan kemampuan membaca Alquran, serta dapat memberikan pemahaman dan mengejewantahkan nilai-nilai luhur Alquran dalam memantapkan program Lebak Cerdas, Lebak Sehat dan Lebak Sejahtera.

”Ini menjadi bahan pertimbangan kita untuk melakukan pembinaan yang maksimal kepada para qari-qariah dan peserta MTQ diseluruh cabang,” ucap Pupu saat melantik 150 Dewan Hakim dan 26 Panitera.

Pupu mengatakan, 80% Dewan Hakim sudah disertifikasi, sehingga dirinya meyakainkan pada MTQ ke-37 tingkat Kabupaten Lebak, yang akan diselenggarakan di Kecamatan Gunung Kencana, tanggal 19-23 November mendatang, tidak ada peserta yang terzalimi. (Nana Djumhana)*


Sekilas Info

MUI Lebak: Masyarakat Jangan Golput

LEBAK, (KB).- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lebak mengajak masyarakat agar berpartisipasi menggunakan hak pilihnya dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *