Menebar Syiar 1 Muharam 1439 Hijriah, Warga Kota Serang Pawai Obor

Malam 1 Muharam 1439 Hijriah diperingati masyarakat Kota Serang dengan berbagai kegiatan. Sejumlah masyarakat baik muda maupun tua berbondong-bondong meramaikan Tahun Baru Islam tersebut dengan penuh suka cita. Tradisi yang masih melekat hingga saat ini salah satunya, yaitu kegiatan pawai obor.

Pawai obor biasanya dilakukan saat malam hari bersama tetanga, kerabat, dan lainnya sambil mengelilingi jalan-jalan dengan berjalan kaki. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk syiar kepada masyarakat lain yang mungkin sedikit sudah lupa terhadap tradisi yang memiliki makna kebersamaan dan persaudaraan.

“Kalau di tempat kami setiap tahunnya memang sering diadakan kegiatan semacam ini, karena 1 Muharam merupakan hari yang penuh dengan makna di dalamnya. Kami memeriahkannya dengan pawai obor bersama warga sekitar,” kata DKM Masjid Al-Ikhlas Kompleks Taman Banten lestari (TBL), Kota Serang, Didi Sunardi saat ditemui wartawan.

Mayoritas yang mengikuti pawai, adalah anak-anak sekitar kompleks. Selain untuk memeriahkan, juga untuk memberikan pembelajaran kepada mereka tentang 1 Muharam. “Dari kecil mereka harus diajarkan, karena perayaan ini akan menjadi tonggak persatuan umat. Umat Islam akan menunjukkan jati dirinya. Selain itu, akan menjadi syiar agama Islam,” ujarnya.

Tak hanya itu, warga di Kecamatan Taktakan juga ikut serta memeriahkan Tahun Baru Islam dengan mengelilingi satu kampung ke kampung lainnya dengan lantunan selawat serta suara tabuh beduk yang berirama mengiringi pawai tersebut. “Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriah kali ini sanggup membawa kesadaran masyarakat terhadap makna sesungguhnya, yang tak lepas peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah.

Perigatan pada tahun ini juga diharapkan bisa mengubah perilaku masyarakat ke arah yang lebih baik,” ucap salah seorang warga, Dedi Rustandi. Selain itu, pawai obor juga menjadi sebuah tradisi yang telah ada sejak Kesultanan Banten. Hal tersebut tentunya terus dijaga dan dipertahankan oleh semua elemen masyarakat, agar tidak tergerus zaman. (Tresna Mulyanawati/”KB”)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here