Mendulang Rp 200 Juta dari Panen Durian

Memasuki musim panen durian, seorang petani durian, H. Supatma warga Muncang, Lebak mampu mendulang rupiah. Ia pun sering mendapat keuntungan besar dengan menjual durian hasil panennya. “Kami panen durian tahun ini menghasilkan uang Rp 100 juta dari penjualan 50 pohon. Pohon durian itu diborong tengkulak Rp 2 juta per pohon,” kata H. Supatma kepada Kabar Banten, Senin (7/1/2019).

Dia menuturkan, panen durian di wilayahnya cukup membantu pendapatan ekonomi petani sehingga memberikan kesejahteraan keluarga. Selain itu juga panen durian menyerap tenaga kerja lokal, karena warga bisa bekerja mulai dari mengangkut durian dari hutan ke atas kendaraan sampai mencari upah memanjat pohon.

Saat ini, lanjut dia, banyak para tengkulak dari luar daerah datang langsung ke lokasi dan memborong durian petani di atas pohonnya. Panen durian itu nantinya dipasok ke Pasar Rangkasbitung juga ke luar daerah, seperti Tangerang, DKI Jakarta, Bekasi, Bogor, Cianjur hingga Indramayu. Sebab, durian Kabupaten Lebak memiliki kualitas dengan rasa manis, beraroma juga buahnya tebal. “Kami panen durian tahun ini sangat beruntung karena cukup banyak buahnya,” katanya.

Petani lainnya, Sarmin (45) seorang warga Baduy di Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak mengaku, panen durian tahun ini cukup menguntungkan pendapatan petani dibandingkan tahun lalu. Sebab, buah durian begitu lebat di atas pohon dan tengkulak memborong rata-rata antara Rp 2 sampai Rp 4 juta per pohon.

“Kami menjual buah durian seharga Rp 2 juta per pohon dengan jumlah 100 pohon, maka menghasilkan pendapatan Rp 200 juta. Pendapatan sebesar itu tentu dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Dede Supriatna mengatakan, panen durian tentu pendapatan ekonomi petani meningkat juga nilai transaksi bisa mencapai miliaran rupiah per hari. Kemungkinan panen durian tahun ini bisa berlangsung hingga Maret-April 2019.

Dia mengatakan, pemerintah daerah terus meningkatkan kualitas durian dengan mengembangkan benih durian yang memiliki sertifikasi. Kebanyakan durian di Kabupaten Lebak durian lokal, sehingga perlu dikembangkan benih berkualitas itu.

Sentra penghasil durian di Kabupaten Lebak antara lain Kecamatan Leuwidamar, Muncang, Lebak Gedong, Cirinten, Bojongmanik, Gunungkencana, Sobang, Cikulur, Cipanas dan Cigemblong. Petani mengembangkan perkebunan durian di lahan dataran tinggi di atas 500 meter dari permukaan laut. “Kami yakin musim durian itu dapat mendongkrak pendapatan ekonomi petani,” ujarnya. (Nana Djumhana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here