Minggu, 21 Oktober 2018
Laboratorium Bantenologi yang bekerja sama dengan Institut Francais dan Centre Asie Du Sud-Est mengadakan kegiatan kolokium dengan mengambil tajuk ”Sinkretisme Islam di Banten dan Jawa Barat” bertempat di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Rabu (25/4/2018).*

Mendedah Tradisi Agama, Magis, Kultur, dan Perempuan

Membincangkan Banten selalu menarik, dari sejarah, budaya maupun seni budayanya. Apalagi, jika membincangkan soal Tradisi Agama dan perkembangan religinya. Banten yang sudah ada sejak zaman prasejarah, yang dalam sejarahnya memiliki kerajaan Salakanegara dan menjadi cikal bakal kerajaan-kerajaan di nusantara, menjadi bagian terpenting dalam penulisan sejarah nasional.

Laboratorium Bantenologi yang bekerja sama dengan Institut Francais dan Centre Asie Du Sud-Est mengadakan kegiatan kolokium dengan mengambil tajuk “Sinkretisme Islam di Banten dan Jawa Barat” bertempat di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Rabu (25/4/2019).  Pada panel pertama dengan tema besar Lokalisasi Islam: Tradisi, Ritual dan Magis diisi pembicara Kepala Bantenologi Dr. Helmy Faizi Bahrul Ulumi, H.Hum, dengan makalah “Sinkretisme dalam Tradisi Ziarah Keramat di Banten.”

Achmed Sukendro dari Universitas Pertahanan membawakan makalahnya dengan judul “Endogami dan Perkawinan Anter Gerakan Islamis di Pesantren Sunda”. Wakil Kepala Bantenologi, Ayatullah Humaeni mengupas makalahnya dengan tema “Akulturasi Islam dan Budaya Lokal dalam Magi Banten”. Pembicara lain pada sesi kedua dengan tema utama Pemurnian Islam? Agen-agen Kunci dalam Pengaruh Doktriner yaitu Mody Affandi dengan membawa makalah “Gerakan Pemuda Hijrah”, Gabriel Facal memaparkan makalahnya yang berjudul “Penyimpangan Praktik Islam militan di Banten”.

Pada seminar sesi ketiga dengan tema Tekanan Politik dan Ekonomi terhadap Praktik dan Institusi Islam menghadirkan Mohamad Hudaeri menulis makalahnya dengan judul “Dinamika Pesantren di Banten”. Dan seorang pembicara perempuan Dr. Sarah Anais Andrieu dalam tulisannya membongkar masalah “Sunatan Perempuan di Jawa Barat dari Praktik Lokal ke Biopolitik”.

Selain seminar, dalam acara tersebut juga diadakan pemutaran video penelitian di Banten pada sesi ke empat dengan tema Etnografi Bersama tentang Sinkretisme Silam di Jawa Barat: metode, permasalahan, dan hasil.
Helmy yang membawakan makalah “Sinkretisme dalam Tradisi Ziarah Keramat di Banten” menjelaskan praktik ziarah ke tempat-tempat keramat merupakan salah satu tradisi keagamaan yang cukup lazim dan dianggap penting oleh banyak penganut agama-agama di dunia. Baik agama tradisional maupun agama kontemporer, baik untuk tujuan yang bersifat religius maupun sekuler.

“Berziarah ke tempat-tempat keramat tidak selalu terkait dengan tokoh-tokoh agama yang dikultuskan oleh penganut agamanya masing masing. Seringkali terjadi crossing of boundaries antar penganut agama dan kepercayaan yang berbeda,” ujarnya.

Ia mencontohkan salah satu penganut agama Hindu dan Islam di India Utara yang sering melakukan saling kunjung dan ziarah ke tempat-tempat suci mereka.Dijelaskan juga, keragaman tempat keramat yang ditentukan di lapangan menunjukkan bahwa kekeramatan tidak bisa dilihat sebagai fenomena tunggal.

Menurut Helmy, hal itu menunjukkan bahwa asumsi tentang keberlanjutan tradisi pemujaan di tempat-tempat keramat di Banten memang benar adanya. “Secara umum, tempat-tempat keramat yang menjadi objek ziarah di Banten terdiri dari keramat orang suci Islam, keramat pra Islam, keramat leluhur, dan keramat benda alam. Empat tipe keramat tersebut selalu disertai narasi mitologi masing-masing,” katanya.

Perkawinan agama

Pada pembicangan Endogami dan Perkawinan Antar Gerakan Islamis di Pesantren Sunda, pembincang Achmed mengatakan, pernikahan adalah salah satu siklus hidup manusia. Perkawinan tidak hanya menyangkut aspek hubungan antara dua orang tapi sebuah pernikahan mengandung aspek seperti agama dan ritual.”Sinkretisme Islam dan adat dalam tata cara perkawinan dilakukan secara fleksibel atau tidak kaku pada pakem/ketentuan adat,” ujarnya.

Sedangkan Ayatullah mendedahkan makalah Akulturasi Silam dan Budaya Lokal dalam Magi Banten, menjelaskan, mengkaji tentang agama dan kepercayaan hampir selalu terkait dengan konsep yang gaib. Baik itu yang dipandang sebagai tuhan, toh, malaikat, jin, hantu, makhluk gaib, maupun makhluk -makhluk supranatural lainnya, yang dianggap memiliki kekuatan luar biasa. (Gito Waluyo)*


Sekilas Info

Melalui Baznas Banten, Wali Murid Alumni TK Tirtayasa Bantu Korban Bencana di Sulawesi Tengah

SERANG, (KB).- Wali Murid Alumni TK Tirtayasa Kota Serang memberikan bantuan untuk korban bencana di Sulawesi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *