Mendag Minta Pengusaha Mal Sediakan Ruang Untuk UKM

TANGERANG, (KB).- Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita meminta kepada ratusan mal untuk menyediakan tempat untuk pelaku usaha kecil menengah (UKM).

Menurut dia, pihaknya  telah mengambil kesepakatan dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), untuk menyiapkan secara bergilir ruang bagi UKM atau pun koperasi.

“Kami telah bersepakat untuk menyediakan tempat untuk pelaku UKM yang ada di sekitar mal. Intinya APPBI bersama APRINDO bersepakat  dengan Kementerian Perdagangan bahwa 321 mal wajib menyelenggarakan mall to mall, menyiapkan secara bergilir space untuk UKM, koperasi, bisa pameran, berjualan di mal dan itu tidak akan mengurangi, mengganggu,” ungkap Mendag ketika ditemui dalam acara pembukaan Indonesia Great Sale di Tangcity Mall, Tangerang, Rabu (14/8/2019).

Mendag menegaskan bahwa apa yang dilakukan pengusaha seperti kegiatan great sale tidak akan mengurangi sedikit keuntungan. “Apa yang anda lakukan berbagi itu indah dan saya yakin pengusaha tidak ada ruginya, karena jika untung berkurang kan dibilang rugi,” tukas Enggar.

Sementara itu, Direktur TangCity Mall, Alexander Bambang menambahkan sebagai pengusaha pihaknya juga ikut mempromosikan UKM binaan Kementerian Perdagangan untuk memperkenalkan usahanya. 

“Program ini akan menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung dan berwisata kuliner di wilayah Banten khususnya, terus dapat berinovasi dan juga memberikan program promo diskon,” imbuhnya.

Naik 5 persen

Sementara itu melemahnya perekonomian dunia yang disebabkan oleh perang dagang Amerika Serikat (AS)-China dan juga fenomena Britain Exit (Brexit), Enggar menilai kalau Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dibandingkan negara lain. Ia pun juha memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019 di atas 5 persen.

“Mudah mudahan Indonesia akan tetap bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Apalagi dari berbagai pertemuan yang kita lakukan, negara lain justu memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pemerintah yang dianggap mampu menjaga stabilitas ekonominya. Karena di negara lain turun drastis tapi Indonesia malah menunjukkan sebenarnya we are on the right track,” tutur Mendag kepada awak media.

Lebih lanjut, Enggar mengakui adanya pelemahan dari ekspor Indonesia sehingga ikut terkena imbas dari pelemahan ekonomi dunia. “Ya ekonomi kita terdampak dengan melemahnya pasar dunia yang diakibatkan perang dagang. Hal ini disebabkan kecenderungan proteksionisme dan sebagainya,” ujar dia.

Dikatakannya ada beberapa toko yang sudah tutup akibat pemblow up an tentang ekonomi Indonesia melemah, termasuk daya beli melemah. “Bahwa ada ketidakpastian dalam perekonomian dunia. Jadi melemahnya ekspor kita akibat daya beli luar negeri melemah,” tegas Enggar.

Namun demikian dieknua optimististis Indonesia akan mampu bertahan dengan adanya potensi peningkatan konsumsi. Apalagi menurutnya konsumsi rumah tangga menyumbang 56,85 pesen terhadap produk domestik bruto. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here