Membuang Sampah ke Sungai Persoalan Serius

MEMBUANG sampah ke sungai merupakan persoalan serius yang harus disikapi oleh semua pihak. Sebab, sampah di sungai akan berdampak buruk bagi keberlangsungan sungai dan kesehatan, bahkan bisa menimbulkan bencana banjir terlebih memasuki musim penghujan.

Salah seorang pemerhati lingkungan di Kabupaten Lebak, Rochimat mengatakan, persoalan sampah di sungai merupakan hal serius. Sebab, dampak membuang sampah ke sungai bisa menimbulkan hal buruk bagi kesehatan. Terlebih menghadapi musim hujan saat ini, maka itu bisa menimbulkan bencana banjir.

“Dengan banyaknya sampah, pemandangan juga akan terlihat buruk. Karena, sampah bertebaran di mana-mana,” kata Rochimat, Jumat (22/11/2019).

Menurutnya, perilaku membuang sampah secara sembarangan sampai saat ini masih terus terjadi dan mudah ditemukan, baik di lingkungan permukiman penduduk, tempat terbuka seperti taman, kebun, selokan, sungai hingga pantai.

Kondisi itu tentu menjadi masalah dan masyarakat butuh inspirasi yang bisa menyadarkan dirinya peduli terhadap lingkungan.

“Untuk mengubah perilaku tidak membuang sampah sembarangan, bukan perkara mudah. Harus ada sinergitas dari semua elemen masyarakat untuk saling mengingatkan. Sehingga, perilaku membuang sampah sembarangan dapat dihilangkan,” ujarnya.

Hampir senada dikatakan pemerhati lingkungan lainnya, Abdus Subhan Jayani. Menurutnya, sampah merupakan masalah yang tidak pernah terselesaikan sampai saat ini. Beberapa negara maju telah bertindak tegas untuk membuat peraturan bagi orang-orang yang suka membuang sampah sembarangan. “Namun, banyak orang yang melanggar peraturan itu,” ucapnya.

Sementara, kata dia, di negara berkembang terutama di Indonesia, banyak orang yang membuang sampah tidak pada tempatnya, seperti selokan, di jalanan, dan lain-lain. Karena, timbul efek kemalasan untuk membuang sampah dari dirinya sendiri.

“Akibatnya, sampah menjadi bau, menumpuk, membusuk, kotor, dan menyebabkan lingkungan tidak sehat. Dampaknya kita bisa terkena penyakit diare, DBD yang menyebar dengan cepat ke tubuh kita,” ucapnya.

Untuk membuang perilaku tidak membuang sampah secara sembarangan, masyarakat butuh kesadaran tinggi. Kesadaran itu harus dimulai dari diri sendiri. Adanya surat edaran Bupati Lebak Nomor: SE.660/4.120 BLH/2019 tentang penggunaan botol kemasan air minum isi ulang, patut diikuti seluruh lapisan masyarakat di daerah ini dalam rangka mengurangi penggunaan sampah plastik.

“Dalam rangka mengurangi perilaku membuang sampah secara sembarangan juga perlu adanya dukungan dari ulama. Dan ulama berperan untuk memberi wawasan tentang kebersihan lingkungan kepada masyarakat. Satu hal yang juga dapat dilakukan untuk mengubah perilaku tidak membuang sampah sembarangan, yaitu harus ada modal inspiratif di masyarakat,” tuturnya. (Nana Djumhana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here