MEMBANGUN KESADARAN PARIWISATA BANTEN

Muhammad Arif Kirdiat

Pelaku dan Pemerhati Pariwisata Banten

Mengembangkan industri pariwisata di Provinsi Banten sangatlah memungkinkan, karena begitu banyaknya potensi yang dapat dikembangkan di Tanah Jawara. Mulai dari keindahan alam yang beragam, peninggalan sejarah yang menarik, keunikan budaya dan ragam suku yang dapat dikembangkan dan dijadikan sebagai obyek wisata.

Semua kelebihan yang dimiliki itu tidak dapat begitu saja memberi nilai tambah bagi pengembangan pariwisata Banten bila tidak diiringi dengan upaya untuk menarik minat wisatawan agar tertarik untuk mengunjungi serta menikmati berbagai obyek wisata yang telah ada.

Namun untuk membangun daya saing dengan berbagai provinsi di tanah air, objek wisata yang ada di Banten harus memiliki kualitas yang baik agar tidak kalah bersaing dengan provinsi lainnya.

Perhatian pemerintah Provinsi Banten tentunya harus selaras dengan kabupaten dan kota yang seharusnya tidak hanya fokus pada pembangunan objek wisata secara fisik namun harus sejalan dengan pemberdayaan masyarakat di sekitar objek wisata guna meningkatkan pendapatan daerah maupun meningkatkan taraf hidup masyarakat di objek wisata masing-masing.

Dengan adanya pembagunan objek wisata pendukung seperti akses jalan dan tempat peristirahatan bagi para wisatawan disertai promosi yang gencar dilakukan baik melalui pergelaran wisata serta bentuk promo lainnya diharapkan dapat meningkatkan kunjungan para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Namun, seiring dilakukannya berbagai upaya promosi tersebut, masih banyak potensi keindahan yang belum mampu dimaksimalkan pengelolaannya oleh pemerintah setempat, salah satunya adalah lambannya percepatan pembangunan infrastruktur pendukung, seperti akses jalan dan infrastruktur penunjang bagi para wisatawan.

Tidak hanya itu, beberapa obyek wisata yang menyimpan sejuta potensi keindahan hingga kini belum tersentuh pembangunan, seperti beberapa air terjun di Lebak serta beberapa obyek wisata di kawasan lainnya. Bahkan pelestarian terhadap situs-situs sejarah yang potensial untuk obyek wisata juga belum dilirik pemerintah.

Padahal, jika semua aset itu dimanfaatkan secara berkelanjutan, seperti yang saat ini popular dilakukan beberapa daerah wisata nasional, yakni pemberdayaan wisata berkelanjutan, baik itu wisata alam, wisata religi dan wisata sejarah, akan mendartangkan keuntungan secara finanasial bagi daerah.

Bagi wisatawan sejati, jalan-jalan bukanlah sekedar menikmati keindahan alam, butuh kegiatan lebih selain itu. Kegiatan lebih yang positif untuk menjaga kelestarian alam tempat wisata yang kita kunjungi. Mungkin hanya hal kecil, tapi sangat bermanfaat bagi alam itu sendiri.

Kehadiran Pak Gubernur Wahidin Halim ke lokasi wisata Gunung Luhur dengan wisata Negeri Diatas Awan beberapa hari lalu adalah momentum menaikkan citra bahwa pariwisata bagi Banten adalah tumpuan dan harapan bagi ekonomi masa depan masyarakat.

Sudah selayaknya, pembangunan pariwisata harus integral dan memiliki konsep yang jelas bukan lagi sekedar penghamburan anggaran dengan kegiatan yang tidak dapat diukur keberhasilannya dan sekedar absen peserta serta SPJ semata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here