Membangun dari Tanah Kesultanan

Gubernur Banten, Wahidin Halim beserta jajarannya saat meninjau kawasan revitalisasi Banten Lama di Kompleks Kesultanan Banten, Rabu (3/10/2018).*

Pembangunan di berbagai bidang gencar dilakukan di Provinsi Banten. Di usianya yang genap 18 tahun, Kamis (4/10/2018) hari ini, program prioritas gencar dilakukan di bawah kepemimpinan Wahidin Halim (WH) dan Andika Hazrumy. Program prioritas itu adalah pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Dalam program infrastruktur, salah satunya adalah revitalisasi Kawasan Banten Lama. Penataan terhadap jejak kejayaan Kesultanan Banten itu, seolah menjadi simbolisasai bahwa pembangunan di Provinsi Banten sedang dimulai. Memulai pembangunan dari tanah kesulitanan, dengan menata Banten Lama yang merupakan sisa-sisa kejayaan di masa lampau.

Pada 2018 ini penataan kawasan Banten Lama dimulai dari pekerjaan plaza, pendestrian keliling surosowan, akses masuk area kawasan, pekerjaan ruang terbuka publik Keraton Kaibon, amphitheater (panggung terbuka), dan rehab jembatan rantai.

Untuk merevitalisasi kawasan Banten Lama tahap awal, dianggarkan sekitar Rp 100 miliar dengan rincian fisik sekitar Rp 70 miliar. Kemudian, untuk pembebasan lahan 4,3 hektare sekitar Rp 22 miliar, dan sisanya untuk jasa manajemen konstruksi dan persiapan-persiapan.

Selain itu, pembangunan lainnya dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yaitu menormalisasi kanal yang berada di kawasan wisata religi tersebut. Tak tanggung-tanggung, Rp 100 miliar disiapkan pemprov dengan mekanisme tahun jamak (multiyears).

Pelaksanaan HUT ke-18 Provinsi Banten dilaksanakan di situs Kesultanan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Kamis (4/10/2018) hari ini, menjadi momentum. Perayaan hari jadi tersebut akan diisi berbagai kegiatan seperti ziarah ke Makam Sultan Maulana Hasanudin hingga Pesta Rakyat. Bukan hanya itu, peserta upacara juga diwajibkan menggunakan pakaian adat berupa batik Banten.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesta rakyat diisi dengan kegiatan pasar murah, gelar produk UMKM dan kuliner jajanan pasar. Selain itu, ada juga pentas seni budaya berupa rampak beduk dan terbang gede. Ditambah dengan panjat pinang, panjang mulud dan pengobatan gratis.

Pada kesempatan ini juga akan ditampilkan atraksi pencak silat dan para motor serta launching aplikasi JAWARA. Berbeda dengan kegiatan tersebut, paripurna istimewa tetap dilaksanakan di Gedung DPRD Provinsi Banten.

Pj Sekda Banten, Ino S Rawita mengatakan, tidak semua kegiatan HUT Banten didanai oleh APBD Banten, ada beberapa yang mengandalkan patungan yakni pakaian adat, isi panjang mulud, hadiah panjat pinang dan makanan. Tidak ada penekanan berapa jumlah yang harus disumbangkan ASN, semuanya mengandalkan keikhlasan.

“(Saat panjang mulud) nanti ada gunungan, ada sarung mungkin ada kopiah itu mungkin dari masing-masing yang ikhlas silakan nanti bagi-bagi sama masyarakat. (Sumber pembiayaan) dari tukinnya, hitung-hitung ibadah. Pak Gubernur mengharapkan ikhlas untuk kepentingan upacara ulang tahun Banten. Jangan ada ASN yang terpaksa. Mudah-mudahan jadi ibadah,” katanya.

Ia mengatakan, lokasi HUT Banten dipusatkan di Banten Lama, kecuali paripurna istimewa yang tetap di Gedung DPRD Banten. Rangkaian HUT Banten di Banten Lama dimulai dari pagi hari pada hari H. (Sutisna)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here