Selasa, 25 September 2018
Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Serang saat melakukan operasi penutupan waralaba di wilayah Serang Barat, Selasa (20/2/2018) malam.*

Membandel, 3 Waralaba Ditutup Paksa

SERANG, (KB).- Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang menutup paksa tiga minimarket waralaba saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) secara mobiling di wilayah Serang Barat, Selasa (20/2/2018) malam. Penutupan dilakukan, karena minimarket waralaba membandel melanggar jam operasional yang telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Serang Nomor 6 Tahun 2012.

Dalam Perda Nomor 6 Tahun 2012 tentang Penataan Waralaba, Pusat Perbelanjaan, Toko Modern, dan Pasar Tradisional disebutkan, bahwa waralaba hanya diiperbolehkan beroperasi sejak pukul 08.00 WIB-22.00 WIB setiap harinya. Namun, waralaba tersebut melebihi ketentuan jam operasinal.

Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Serang, Hulaeli Asyikin mengatakan, saat Satpol PP menggelar operasi secara mobiling, Selasa (20/2/2012) malam ada tiga waralaba yang ditutup. Tiga waralaba tersebut satu berada di Pejaten, Kecamatan Kramatwatu dan dua di wilayah Kecamatan Anyer. “Tadi Selasa (20/2/2018) malam sekitar jam 23.00 malam operasi mobilingnya,” katanya kepada Kabar Banten, Rabu (21/2/2018).

Ia menjelaskan, dalam Perda Nomor 6 Tahun 2012 Pasal 10 Ayat 2, jam kerja waralaba sudah diatur, bahwa tidak boleh melebihi pukul 08.00-22.00 setiap harinya. Meski demikian, dalam aturan tersebut juga dijelaskan boleh melebihi jam tersebut apabila pada waktu hari besar keagamaan dan hari libur nasional. “Kalau itu dapat melampaui jam 22.00. Ada pengecualian kalau itu,” ujarnya.

Namun pada kenyataannya, masih banyak waralaba yang beroperasi melebihi jam yang telah ditentukan tersebut. Karena alasan tersebut, akhirnya timnya kembali turun untuk melakukan operasi. “Akhirnya kami turun lagi, enggak bisa berkutik kalau kami sudah marah mah, ada yang beli juga diusir,” ucapnya.

Selama ini, pihaknya mengaku sudah sering memberikan imbauan kepada koordinator waralaba tersebut. Bahkan, surat imbauan bertanggal 20 September 2017 sudah disampaikan dan terpasang di waralaba. ”Sudah ada imbauannya itu, tapi itu tetap bandel,” tuturnya.

Sementara, Kepala Seksi P3PPNS pada Dinas Satpol PP Kabupaten Serang, Wipi Yuningsih menuturkan, kegiatan monitoring yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari imbauan yang pernah diberikan. Namun, ternyata waralaba tersebut masih membuka di luar jam operasional. “Jadi, masih ada tiga yang buka,” katanya.
Sehubungan dengan hal tersebut, pihaknya mengeluarkan surat teguran pertama dengan tenggang waktu tujuh hari kalender sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2011 tentang SOP Satpol PP. (DN)***


Sekilas Info

Wagub Banten Klaim Kekerasan Perempuan dan Anak Menurun

SERANG, (KB).- Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, mengatakan, korban kekerasan perempuan dan anak di wilayah Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *