Memacu Adrenalin Para Pecinta Alam di Curug Tomo

TIDAK ada warga yang tahu, ketika saya mencoba bertanya asal muasal nama yang diberikan pada anugerah alam yang indah itu. Sejak dulu, kata orang yang saya temui di jalan sekitar area persawahan menuju ke lokasi curug (air terjun) yang sudah dikenal dengan nama Curug Tomo.

Di antara perbukitan, sawah-sawah terhampar. Arya Mangun Jaelani siswa kelas XI Jurusan Akuntansi SMK Negeri 1 Rangkasbitung, bersama teman-teman yang sama-sama mencintai alam dan menyayangi setiap keindahannya berjalan melewati area persawahan. Suasana alam yang tenang sangat kontemplatif, hanya terdengar riak air Sungai Ciberang mengiringi langkah kaki hingga sampai ke lokasi.

Arya yang tergabung dalam Komunitas Sastra Balkon, kemudian menuliskan perjalanan serunya mengunjungi Curug Tomo yang kemudian dikirimkan secara khusus untuk pembaca setia Kabar Banten.

Curug Tomo ini lokasinya dekat saja dari Jalan Raya Lebakgedong. Jika dari Rangkasbitung sekitar menempuh waktu 1,5 jam arah Kecamatan Lebakgedong, berhenti di Kampung Ciladaeun, sudah ada penanda spanduk lokasi Curug Tomo yang akan terlihat disebelah kiri jalan.

Akses menuju Curug Tomo sangat mudah dilalui. Apabila membawa kendaraan pribadi, dapat diparkir dengan aman dititipkan di halaman warga sekitar jalan. Hanya sekitar 10 hingga 15 menit dari jalan raya dengan berjalan santai kita sudah bisa sampai di Curug Tomo yang cukup eksotis.

Memasuki jalan masuk menuju curug, terdapat jembatan besi beralas papan kayu yang dibawahnya terdapat aliran sungai yang cukup deras, dilanjut menyusuri gang-gang rumah penduduk. Selepas itu baru mata kita dimanjakan dengan hijaunya persawahan, aliran sungai berbatu yang deras, rimbunnya hutan sekitar yang sejuk. Hanya beberapa menit saja untuk dapat menyaksikan indahnya suasana ini.

Curug Tomo berlokasi di Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak-Banten. Memiliki ketinggian sekitar 10 meter dan kedalaman sekitar 3 meter, Curug Tomo dulunya adalah sebuah tempat wisata alam yang ramai dikunjungi warga baik dari sekitar desa maupun dari luar desa, bahkan banyak juga yang datang dari kota. Namun sekarang telah ditutup oleh warga entah karena apa.

”Dulunya curug ini menjadi lokasi wisata warga, banyak yang datang ke sini. Tapi sekarang saya juga tidak tahu, kenapa curug ini ditutup,” kata seorang warga yang kebetulan saya temui di jalan menuju Curug Tomo.

Beberapa puluh meter menuju ke lokasi utama, terdapat bebatuan yang tersusun rapi diperuntukkan untuk berjalan kaki sambil kita dimanjakan dengan pemandangan aliran sungai kecil yang berasal Curug Tomo. Riaknya membuat telinga seakan mengajak kita menikmati simponi alam yang harmonis.

Dari salah satu dinding atau pun dari atas Curug Tomo, asal berhati-hati kita bisa terjun bebas menikmati adrenalin yang menggelora menyelam di kedalaman air yang bening. Bentangan air di bawah Curug Tomo membuat kita leluasa berenang dengan aman. Sebuah kebahagiaan menyatu dengan alam yang sayang jika tidak dimanfaatkan untuk berswafoto bersama teman-teman.

Lokasi ini, menurut saya, juga sangat cocok untuk lokasi liburan keluarga, karena dekat dari parkir kendaraan, tidak memerlukan waktu lama untuk berjalan kaki, tapi masih dapat merasakan indahnya alam pegunungan.

Kabupaten Lebak, selain terkenal dengan keindahan alamnya juga terkenal dengan buah-buahannya. Jika kita datang di saat musim durian, kita bisa menikmatinya, membeli dengan harga relatif murah milik warga yang pohonnya tumbuh di sekitar Curug Tomo. (Tono Soemarsono)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here