Rabu, 26 September 2018

Melongok Pusat Hewan Peliharaan Di Taman Sari

Pasar kecil yang menjadi pusat perdagangan hewan, di Jl. Sultan Ageng Tirtayasa Cimuncang Kec. Serang, Kota Serang, selalu ramai pembeli. Mulai dari ikan hias, kucing, kelinci, burung, ayam hingga reptil, seperti ular dan iguana ada di sana.

Pasar hewan Taman Sari Kota Serang mulai buka pukul 08.00 WIB  sampai pukul 20.00 WIB. Para  pembeli bisa dengan leluasa melihat dan memilih hewan peliharaan yang disukai. Jika calon pembeli tidak menemukan hewan yang dicari, para penjual pun siap mencarikan hewan pesanan konsumennya. “Banyak ko di sini, ada macam-macam hewan peliharaan yang sudah siap untuk dipelihara. Kalau di sini nggak ada, saya bisa carikan. Terpenting orangnya pesan dulu,” kata seorang penjual hewan di pasar Taman Sari, Robi (26).

Ia juga menjual berbagai macam hewan unggas, baik lokal maupun impor atau luar negara lain seperti, Cina dan Afrika yang didapatnya dari penangkaran di Surabaya. “Ada banyak binatang peliharaan yang saya jual di sini, mulai dari ayam lokal sampai yang impor juga tersedia. Seperti ayam ringneck pheasent berasal dari Cina, ayam mutiara dari Afrika. Semuanya saya dapat dari penangkaran yang ada di Surabaya,” ujarnya.

Selain harganya yang murah, hewan yang diperjual-belikan di pasar tersebut juga terbilang cukup lengkap dan sudah terbebas dari penyakit, serta siap untuk dipelihara. Robi juga mengatakan, kebanyakan pembeli yang datang berasal dari luar Serang, seperti Cilegon, Tangerang bahkan Jakarta juga datang ke kiosnya untuk membeli binatang peliharaan. “Di sini harganya lebih murah, terus abangnya juga ramah enak buat diajak sharing (diskusi),” ucap Bagus, seorang pembeli asal Kota Cilegon.

Selain hewan peliharaan, di pasar Taman Sari juga ada perajin aquascape yang merupakan jasa dekorasi aquarium dengan menggunakan pasir, batang pohon serta tanaman air. Yadi (35), seorang penjual ikan hias sekaligus pembuat aquarium bekerjasama dengan perajin aquascape tersebut. “Saya yang bikin aquariumnya dan kios sebelah mendekor atau biasa disebut aquascape, jadi kita kerjasama aja,” kata Yadi sambil memotong kaca aquarium.

Penghasilan yang didapatkannya pun cukup besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. “Lumayan banyak kalau omzet. Dari satu pasang ayam jenis ringneck pheasent aja saya jual dengan harga Rp 3.500.000 Untuk harga ayam saya jual mulai dari Rp 1.500.000 sampai yang paling mahal Rp 11.000.000. Kalau burung mulai dari Rp 100.000- Rp 2000.000. Jadi dalam satu bulan bisa mencapai sekitar Rp 10.000.000,” Robi, menambahkan.

Tidak hanya hewan peliharaan yang dijual di pasar hewan Taman Sari, tetapi ada pakan ternak serta obat-obatan khusus hewan peliharaan dan perlengkapan lainnya, seperti kandang, tempat makanan dan lainnya. (Rizqi Putri)***


Sekilas Info

Mitra Jamkrida Banten Terus Bertambah

SERANG, (KB).- Lembaga mitra kerja sama PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Banten terus bertambah. Tercatat, 40 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *