Melihat Latihan Barongsai Jelang Imlek

Sejumlah anggota perkumpulan Barongsai Naga Banten sedang berlatih di Link Mangga Dua Dalam, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Selasa (14/1/2020). Latihan perkumpulan Barongsai Naga Banten tersebut untuk persiapan tampil di berbagai tempat dalam menyambut Hari Raya Imlek.*

Perkumpulan seni tari Liong dan Naga Banten Kota Serang melakukan latihan Barongsai di Mangga Dua Dalam, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Serang Kota Serang. Hal tersebut untuk mempersiapkan datangnya Imlek atau Tahun Baru Cina 2571 Kongzili, yang jatuh pada 25 Januari mendatang.

Ketua Perkumpulan Naga Banten Syaeful mengatakan, mendekati perayaan Imlek para anggota biasanya melakukan latihan tiga kali dalam sepekan. Ada berbagai macam jenis gerakan, mulai dari tarian hingga seni bela diri. Namun, ada yang unik di Perkumpulan Naga Banten. Kebanyakan anggotanya merupakan seorang muslim yang sudah lama menggeluti kesenian tersebut. Bahkan, sudah turun temurun, dari anak hingga ke cucu-cucunya.

“Kami di sini tidak memandang suku, ras dan agama. Sebab, kami pun kebanyakan di sini seorang muslim. Kami memainkan barongsai, karena memang turunan dari orangtua terdahulu. Dari kecil memang sudah diturunkan untuk membaur, tanpa memandang siapa dan apa agamanya. Jadi kami disini semua ikut main barongsai,” katanya, Selasa (14/1/2020).

Tidak hanya muslim yang ikut bergabung dalam paguyuban barongsai tersebut. Tetapi juga, ada agama lainnya, seperti Katholik, Kristen dan tentunya Budha.

“Ada muslin, kritistiani, katholik, buddhis. Semua nyampur berbaur di sini, engga ada yang ribut-ribut karena agama,” ujarnya.

Bahkan para orangtua mereka pun memperbolehkan dan mendukung kepada anak-anaknya yang ikut bergabung dalam kesenian khas Tionghoa.

“Orangtua mereka juga mendukung, suka bawa makan juga buat anak-anak yang latihan di sini,” ucapnya.

Melihat suasana di tempat mereka latihan begitu seru dan meriah. Disinilah dapat terlihat jelas, tentang pengertian “agamaku adalah agamaku, dan agamamu adalah agamamu”.

Salah seorang pemain barongsai, Kevin mengatakan, meski dia seorang yang beragama Kristen tetapi dia senang dengan kebudayaan dan kesenian barongsai.

“Barongsai ini kan kesenian, jadi engga ada salahnya juga kalau kami ikutan belajar dan bermain barongsai. Dari kecil kami memang sudah berbaur tanpa memandang, suku dan agama,” katanya.

Apalagi, ucap dia, kesehariannya lebih sering menghabiskan waktu bermain bersama anak-anak keturunan Tionghoa.

“Kami di sini main ya main saja, kalau sudah waktunya salat ya salat, terus sembahyang. Kami juga saling mengingatkan satu sama lain,” ucapnya. (Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here