MELATIH MENULIS DI KALANGAN MILENIAL DENGAN MENGIKUTI LOMBA

Oleh : Ibrahim Guntur Nuary

Menulis dapat dikatakan aktivitas yang jarang dilakukan oleh bangsa ini, apalagi jika kita menilik para milenial yang selalu asyik dengan smartphone canggih mereka. Tentu saja menulis akan dilupakan sedalam-dalamnya. Terlebih lagi jika didalam smartphone tersebut terinstal berbagai macam games yang akan meguras waktu dan juga kuota, hal ini akan semakin jauh dunia milenial dengan dunia tulis menulis. Walaupun banyak aplikasi yang menyediakan ruang untuk menulis akan tetapi ketertarikan akan menulis masih saja selalu menjadi yang sangat rendah di bumi pertiwi ini. masih menjadi sesuatu yang baru jika seseorang dapat menulis dengan baik dan benar.

Menjadi yang sangat langka kegiatan menulis, walaupun kata menulis sudah digantikan dengan mengetik, akan tetapi kata menulis tetap selalu eksis hingga kapanpun. Karena kata tersebut tidak akan tergantikan seiring berkembangnya jaman. Aktivitas yang bernama menulis tentu tidak akan bisa dan bahkan cenderung sulit jika tidak dibarengi dengan membaca. Membaca layaknya pistol, jika tidak ada peluru bagaimana dapat menembakkan peluru yang dipunya, tentu akan sulit dan bahkan mustahil. Maka dari itu, membaca merupakan hal yang sangat penting untuk dapat menulis dengan baik, dengan membaca juga dapat memperoleh ilmu yang banyak dan juga kosa kata yang melimpah.

Jika kegiatan membaca sudah semakin rutin setiap harinya, yang dilakukan dua jam sehari maka akan menjadi suatu kebiasaan yang sangat baik. Untuk memilih bukunya, jangan terlalu banyak memilih buku karena seyogianya semua buku bagus. Buku yang tidak bagus adalah buku yang tidak dibaca. Tentunya semua buku akan dibaca habis oleh pembacanya. Jika ingin mempunyai kata-kata yang bagus maka sering seringlah membaca novel atau antologi puisi. Penulis yang menulis novel dan puisi tentu akan menggunakan kata-kata yang ciamik dengan dibumbui kata-kata yang sangat khas didalamnya. Hal ini yang dapat dipelajari oleh calon penulis atau milienial yang ingin belajar menulis, agar kata-kata yang diciptakan akan lebih cantik dan juga penuh arti yang mendalam.

Tidak hanya membaca, untuk melatih menulis dengan baik dapat mengikuti banyak lomba. Karena membaca merupakan kegiatan dasar yang sangat umum dan memang harus dilakukan. Tetapi ada cara baru untuk melatih menulis bagi generasi milenial atau para penulis baru. Tentu untuk mengikuti lomba menulis harus siapkan mental yang kuat agar jika tulisannya dapat penolakan tidak menjadi patah arang atau putus asa. Untuk mempersiapkan mental yang kuat, buatlah tulisan dengan baik dan dengan segenap jiwa dan raga serta yakin tulisan yang kita buat akan memenangkan lomba yang diikuti. Lomba-lomba yang ada biasanya diadakan oleh penerbit indie, penerbit yang sedang mencari customer baru untuk mempublikasikan karya seseorang dipenerbit itu sendiri.

Lomba yang diadakan biasanya bergenre macam-macam, mulai membuat puisi, cerpen, maupun essai. Hal ini supaya generasi milenial dapat tergugah untuk menulis. Karena menulis banyak sekali menfaatnya, selain membuat penulis terkenal bak selebriti, karya yang telah dibuat tidak akan usang termakan jaman. Oleh sebab itulah menulis adalah salah satu bentuk dari macam karya yang membuat seseorang menjadi abadi walaupun sudah meninggal puluhan tahun bahkan ratusan tahun. Dengan mengikuti lomba yang diadakan oleh penerbit yang ada di Indonesia, kita akan dengan mudah mengukur seberapa layak tulisan kita dapat menang atau dapat terpilih menjadi kontributor terpilih dalam lomba tersebut.

Jika dilihat dari lomba-lomba yang ada, genre yang sering dilombakan adalah puisi. Karena puisi dapat dengan mudah dibuat, kita hanya duduk manis selama lima menit dibangku mengambil secarik kertas dan pulpen lalu tuliskan apa yang sedang dirasa dengan kata-kata yang indah, maka terciptalah sebuah puisi yang indah pula. Maka dari itu, penerbit lebih menyukai untuk melombakan puisi dengan berbagai tema yang diangkat agar lebih mendalami perasaan penulis yang ingin mengikuti lomba puisi. Lomba yang diselenggarakan pun tidak main-main, bertaraf nasional dan bahkan ada yang sampai internasional. Bayangkan saja jika memenangkan menulis lomba puisi bertaraf nasional maupun internasional, sudah pasti tulisan yang terpilih memang layak untuk menjadi pemenang.

Normalnya para penerbit hanya memeilih juara satu sampai tiga, lalu sisanya terpilih seabagi kontributor terpilih yang karyanya akan dibukukan. Cukup prestisius sekali jika kita mengikuti lomba menulis lalu karya kita menjadi pememang juara satu sampai tiga atau menjadi karya yang terpilih untuk dibukukan. Maka buku tersebut adalah hasil dari karya anak bangsa dari berbagai pelosok negeri yang bersumbangsih membuat sebuah buku dari hasil lomba. Bisa dibayangan jika generasi milenial atau penulis baru dapat ikut serta terus menerus dalam lomba puisi menulis yang diadakan oleh para penerbit yang ada di Indonesia. Bukan tidak mungkin seorang milenial akan mengemas lebih dari sepuluh buku dalam setahun, yang merupakan hasil dari lomba menulis. Hal tersebut patut dicoba untuk merangsang dan melatih menulis bagi generasi milenial di Indonesia, jangan hanya menulis status di medsos yang mudah untuk dipublikasikan. Ikutilah lomba menulis untuk mengukur sejauh mana tulisan para generasi milenial pantas untuk menjadi pemenang atau terpilih menjadi kontributor.

Itulah salah satu contoh untung merangsang milenial atau penulis baru agar mau menulis, selain membaca untuk meningkatkan daya pikir dan juga kosa kata yang didapat, lomba juga dapat menimbulkan rasa bangga bagi para milenial aau penulis baru untuk melatih menulis. Karena dijaman sekarang memang lagi trend untuk mengikuti lomba menulis yang jumlah pesertanya mencapai ratusan bahkan ribuan, jika terpilih menjadi seratus kontributor terbaik yang karyanya dibukukan, merupakan hal yang sangat prestisius dan sangat membanggakan bagi orang tua, teman, dan bahkan bagi instansi. (Penulis adalah Peraih Golden Generation 2017 dan Wisudawan Berprestasi 2018 Serta Staff PKUB Universitas Muhammadiyah Tangerang)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here